Dianggap Melanggar AD/ART, Musorkab KONI Humbahas Nyaris Ricuh 

Pelaksanaan Musorkab KONI Humbahas yang nyaris ricuh.

Humbahas, Lintangnews.com | Heboh video rapat Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) nyaris ricuh dan adu jotos. Pasalnya, pimpinan sidang dituding tidak kuasai tata tertib (tatib).

Video berdurasi lebih kurang 5 menit itu diunggah Pak Farhan di akun fFcebook nya yang memperlihatkan kondisi Musorkab KONI dengan peserta rapat saling melontarkan nada suara keras, Senin (20/1/2020) kemarin.

“Inilah,kalau sudah dipaksakan oleh kepentingan politik, Pimpinan sidang Musorkab KONI tidak menguasai AD/ART. Ini katanya sudah diseptikan, olahraga bukan wadah wayang,” tulis Farhan di salah satu grup facebook.

Wakil Ketua KONI Humbahas, Marusaha Lumbatoruan membenarkan pelaksanaan Musorkab dianggap telah melanggar AD/ART. Itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) KONI Humbahas Nomor : 01/KONI-HH/I/2020

Penegasan SK itu,menjelaskan masa berakhirnya masa bakti pengurus KONI Humbahas pada 14 Juli 2019. Karena itu, dipandang perlu membentuk panitia Musorkab KONI ke III yang akan dilaksanakan paling lambat tanggal 14 Januari 2020 dan itu setelah diperpanjang dalam kurun waktu 6 bulan.

“Karena pelaksanaan Musorkab KONI tidak sesuai dengan AD/ART, dari 18 Pengurus Cabang (Pencab) yang bergabung di KONI Humbahas, melayangkan surat penolakan pelaksanaan Musorkab pada tanggal 20 Januari 2020. Surat itu sudah dilayangkan ke KONI Sumut,” sebut Marusaha.

Salah satu poin penolakan yang disampaikan Pengcab Catur Seluruh Indonesia (PCSI) dan Pengcab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), jika kepengurusan KONI Humbahas masa bakti 2015-2019 berakhir 14 Juli 2019, sesuai dengan SK KONI Provinsi Sumut No :SKEP 21/KONI -SU /VII/2015.

“Beberapa Pengcab peserta rapat melayangkan surat penolakan Musorkab. Penolakan itu karena tidak sesuai dengan AD/ART. Itu lah alasan rapat mengangkangi peraturan yang berlaku,” kata Marusaha.

Dirinya juga menanggapi dugaan dipolitisasi Musorkab, karena sudah mencederai organisasi. “Soal dugaan itu, memungkinkan dilakoni, silahkan saja publik yang menilai. Untuk pembuktian itu, masih perlu bukti. Karena tindakan seperti itu telah mencederai semangat olahraga, bagaimana mewujudkan visi misi, untuk menciptakan prestasi olahraga Humbahas dengan situasi ini,” ungkap mantan Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Humbahas itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pemkab Humbahas , JW Purba mengakui, pihaknya diundang panitia Musorkab. “Pemkab Humbahas diundang hadir pada rapat itu, namun hanya sebatas menghadiri,” katanya melalui telepon seluler, Selasa (21/1/2020).

Dikonfirmasi mengenai Musorkab itu, Ketua Tim Penjaringan Pemilihan KONI Humbahas, Jesdin Lumban Gaol menuturkan, pihaknya akan melakukan klarifikasi.

“Besok kita ketemu lae, kami juga akan buat klarifikasi,” katanya melalui pesan WhatsApp (WA). (Akim)