Diberitakan Realisasi Proyek Tak Sesuai Progres, PPTK Dispar Siantar Marah-Marah

32
Junedi Manalu selaku PPTK pembangunan plasa dan kios cendramata yang terindikasi diperjual belikan kepada Soni Tambunan disebut-sebut anak Plt Kadis PUPR Kota Siantar, Jonson Tambunan.

Siantar, Lintangnews.com | Karena diberitakan realisasi proyek pembangunan plasa dan kios cendramata tidak sesuai progres dan memberikan keterangan palsu, oknum PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) Dinas Pariwisata Pemko Siantar, Junedi Manalu marah-marah di ruang kerjanya Jalan Singosari No 1, Senin (2/12/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

“Jadi kalau sudah naik beritanya untuk apalagi datang. Harusnya datang dulu baru terbit pak. Saya bilang saya janjikan Senin, beritanya sudah naik. Ada saya bilang data gak ada sama saya? Kenapa tidak sekaligus sama hari ini baru terbitkan langsung. Gak bisa seperti itu,” berangnya.

Menurutnya, apa yang sudah dilayangkannya melalui pesan singkat WhatsApp (WA) miliknya, Sabtu (29/11/2019) pukul 16.26 WIB dan pukul 18.28 WIB yang berbunyi “Sore juga pak. CV Martua Jaya, kalau sumber dana itu DAK melalui tender. Masih ada plangnya pak. Maksud nya progres apa ini pak. Kan sudah saya jawab”.

“Namanya itu gak konfirmasi. Gak merasa saya. Bapak seorang mempunyai pendidikan dan ilmu lah. Dari bahasa saya kan artinya bapak sudah bisa menilai atau buat kesimpulan. Oh hari Senin saja. Ini gak. Kan yang saya bilang itu data juga. Konfirmasinya pun salah. Saya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bapak bilang,” gerutunya.

Lalu menjelasakan bahwasanya yang menjadi PPK di Lapangan Parkir Pariwisata Pemko Siantar adalah Kadis Pariwisata ykni Kusdianto yang saat ini dipercayakan Wali Kota, Hefriansyah sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda).

“Saya PPTK. PPK nya pak Kadis, Kusdianto. Memang saya diam. Kan sudah saya bilang Senin aja. Enak kita ngobrol. Gak bisa seperti itu main main berita aja. Itu namanya bukan konfirmasi. Udah salah langkalah itu. Kecuali saya iakan konfirmasinya baru bisa bapak terbitkan. Jadi apa gunanya konfirmasi lagi,” ujarnya.

Disampaikan bahwasanya hadirnya lintangnews.com ke ruang kerjanya guna menindaklanjuti konfirmasi yang sebelumnya disampaikan bahwa dirinya tidak hapal data (nomor kontrak dan tanggal kontrak) proyek pembangunan plasa dan kios cendramata. Alasannya data ada di kantornya.

“Saya sudah bilang janji Senin. Saya tepati. Jangan asal main main berita aja pak. Kita orang birokrasi. Itu betul. Cuma sudah diterbitkan. Bapak datang lagi. Orang bapak terlalu mengincar satu pokok. Itu gak bisa seperti itu. Progres kita lihat tinggal berapa persen lagi nya pak. Itu memang sudah lewat waktu,” bilangnya.

Menurutnya, pembangunan plasa dan kios cendramata tersebut, CV Priera Jaya selaku pelaksana. Direktur, Dedi Rinaldi Sitanggang, dengan alamat perusahaan Medan. Sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019. Masa pelaksanaan 120 hari, dengan biaya pelaksanaan Rp 784.416.000 dan SPK (Surat Perintah Kerja) tanggal 18 Juli 2019.

“Kalau itu memang sudah lewat masa pengerjaannya. Mengenai hal itu kami belum pahami. Udah kordinasi ke Kementerian. Karena tanggungjawabnya kesana. Makanya saya jawab, itu tinggal pertanggungjawaban kontraktor sama kami. Kita tinggal tunggu petunjuk dari Kementerian,” tukasnya. (Zai)