Dibuka Wabup Tobasa, Lomba Kuliner Khas Batak di Karnaval Pesona Danau Toba Diikuti 20 Tim

Perlombaan kuliner pada pelaksanaan KPDT tahun 2019.

Tobasa, Lintangnews.com | Karnaval Pesona Danau Toba (KPDT) untuk lomba kuliner khas masakan Batak resmi dibuka Wakil Bupati Toba Samosir (Tobasa), Hulman Sitorus didampingi Sekda, Audi Murphy Sitorus. Lomba tersebut diikuti 20 peserta, Jumat (13/9/2019).

Dalam sambutannya Hulman Sitorus berpesan, agar seluruh masyarakat Tobasa turut mendukung dan berperan dalam peningkatan pariwisata yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai destinasi super prioritas, untuk meningkatkan ekonomi dari sektor wisata.

“Mari kita berbenah mulai hari ini dan seterusnya, untuk mempersiapkan diri dengan berbenah dalam menyongsong hadirnya wisatawan yang lebih besar melalui kuliner, fashion serta bidang lainnya,” terang Hulman.

Hadirnya wisatawan khususnya di Tobasa, Hulman menuturkan, harus diberikan rasa nyaman. Sehingga mereka yang datang tidak merasa kecewa melainkan mendapatkan kebahagian menikmati keindahan alam di Tobasa.

“Cita rasa kuliner perlu ditingkatkan, khususnya pangan berbahan baku lokal dengan olahan masakan khas Batak. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki kekayaan kuliner yang layak dan pantas di nikmati setiap orang,” ungkapnya.

Namun dia juga meminta harus terus belajar dengan kuliner yang dimiliki dengan menyesuaikan selera atau lidah wisatawan. Ini agar mereka merindukan kembali mencicipi kuliner khas Batak di Tobasa.

Dilanjutkan Hulman, persaingan semakin ketat dan pesat, daerah lain juga selalu ingin mengembangkan dengan bersiap-siap untuk melakukan yang terbaik. “Untuk itu jangan kita sampai ketinggalan, persiapkan diri untuk menyambut kehadiran wisatawan yang lebih besar,” harapnya.

Lanjutnya, KPDT yang saat ini dilaksanakan merupakan momentum tepat untuk memperlihatkan kepada masyarakat luar bahkan dunia, jika Tobasa memiliki kuliner yang tidak dimiliki selain Batak. Untuk itu event-event lomba kuliner penting dilaksanakan agar kuliner Batak lebih dikenal lagi.

“Dampak dari kunjungan wisata bisa kita lihat. Di tahun 2017, wisatawan yang datang ke Danau Toba melalui Bandara Sibisa, sebanyak kurang lebih 280 ribu jiwa lebih. Sementara tahun 2018 ebih kurang 420 ribu jiwa. Dalam artian perkembangan kunjungan wisata ada kenaikan dalam pertahunnya,” pungkas Hulman.

Adapun 20 peserta yang ikut dalam lomba kuliner khas Batak, seperti panggang, arsik dan berbagai macam kuliner lainnya yakni, 16 Kecamatan, Dharma Wanita, Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) dan PKK. (asri)