Diduga Galian C Ilegal Beroperasi Bebas di Hessa Perlompongan Asahan 

Terlihat alat berat mengisi bahan ke truk yang menjadi lokasi galian C Desa Hessa Perlompongan.

Asahan, Lintangnews.com | Pertambangan galian C yang diduga tanpa ijin (ilegal) masih marak beroperasi di Kabupaten Asahan. Hingga saat ini penambang masih ‘nyenyak’ melakukan aktivitas penambangan yang terkesan terang-terangan.

Hal ini bisa dilihat banyaknya dump truk yang berseliweran dijalan yang bermuatan material baik pasir, batu dan tanah uruk. Maraknya aktivitas penambangan ini terutama di Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu. Di lokasi ini ada 1 titik lokasi pertambangan galian C yang diduga tanpa ijin (ilegal) masih terus beraktivitas.

Menurut salah satu warga Desa Hessa Perlompongan inisial AS, aktivitas penambangan yang diduga ilegal ini meresahkan masyarakat keluhannya akibat debu yang disebabkan kendaraan dump truk saat melintas .

“Walaupun sudah disiram pagi, siang sore tapi tetap saja berdebu. Paling Cuma 2 jam sudah kering lagi. Tapi dampaknya ini kita yang merasakan,” keluh As, Senin (1/4/2019).

As melanjutkan, dirinya tidak mengetahui masalah perijinan keberadaan tambang galian C di daerahnya. Ia bahkan mengaku, tidak terlalu peduli apakah galian C tersebut ilegal atau tidak, karena sepenuhnya masalah itu kepada aparat hukum. Pasalnya, As merasa hanya rakyat kecil yang tidak tau apa-apa.

Namun As merasa terganggu karena dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan. “Anak-anak kecil tidak dapat bebas bermain karena lalu lalang kendaraan besar. Ada juga dampak terhadap kesehatan dan kebersihan warga desa,”  ucapnya

Menurut warga setempat galian C itu diawasi salah seorang warga atau biasa disebut sebagai mandor berinisial BO. Ketika ingin dikonfirmasi berulang kali via telepon seluler, nomor yang dihubungi sedang tidak aktif.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Hessa Perlompongan, Franki Suwito ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah layangkan surat teguran kepada pengelola galian C tersebut .

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Perizinan Pemkab Asahan, Jhon Junaidi ketika dikonfirmasi, jika ijin pertamabangan itu tidak wewenang pihaknya. “Semua itu wewenang pihak Provinsi , jadi kita tidak mengetahui soal itu sudah ada atau belum izinnya,” ucap Jhon Junaidi. (handoko )