Dipanggil Poldasu, Wali Kota Siantar Belum Hadir  

Wali Kota Siantar, Hefriansyah (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Wali Kota Siantar, Hefriansyah diminta hadir ke Polda Sumatera Utara (Poldasu) guna kepentingan penyelidikan terkait laporan Budi Utari Siregar selaku Sekretaris Daerah (Sekda) non aktif tentang dugaan tindak pidana.

Dari data yang diperoleh, surat yang dilayangkan olePoldasu  tertanggal 9 September 2021, dan meminta Hefriansyah untuk hadir ke  Unit 5 Subdit II Harda Tahbang Ditreskrimum, Rabu (15/9/2021).

Namun Hefriansyah, memilih tidak memenuhi panggilan tersebut. Dari informasi yang dihimpun, Hefriansyah menghadiri kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0207/SML. Hefriansyah juga turut hadir pada acara pelantikan Esron Sinaga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Simalungun.

Sayangnya Herri Oktarizal selaku Kabag Hukum Pemko Siantar, saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan. Walaupun pesan yang dilayangkan lewat WhatsApp (WA) sudah centang biru atau telah dibaca.

Diberitakan sebelumnya, Budi Utari melaporkan peristiwa pidana Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana pasal 216 dan atau pasal 421 KUHPidana yang diduga dilakukan oleh Wali Kota, Hefriansyah.

Hefriansyah terkesan tidak mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA), putusan Nomor : 1 K/TUN/2021 antara dirinya sebagai Wali Kota melawan Budi Utari.

Dalam pokok perkara putusan MA menyampaikan sejumlah poin yakni: Pertama, mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya.

Kedua, menyatakan batal atau tidak sah surat keputusan Wali Kota Siantar Nomor : 800/619/XI/WK-THN 2019 tanggal 11 November 2019 tentang penjatuhan hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan Sekretaris Daerah Kota Siantar atas nama Budi Utari.

Ketiga, mewajibkan tergugat untuk mencabut surat keputusan tergugat Nomor : 800/619/XI/WK-THN 2019 tanggal 11 November 2019 tentang penjatuhan hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan Sekretaris Daerah Kota Siantar atas nama Budi Utari.(Elisbet)