Direktur RSUD Rantauprapat : Belum Ditemukan Warga Labuhanbatu Terjangkit Covid-19

Direktur RSUD Rantauprapat, Syafril Harahap.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Komitmen Pemkab Labuhanbatu bekerjasama dengan Polres Labuhanbatu dan Kodim 0209/LB, serta tidak terlepas atas dukungan seluruh masyarakat dalam memerangi pandemi Virus Corona (Covid19) masih tetap di berjalan dan terlaksana.

Berbagai kelompok masyarakat mandiri di Labuhanbatu terus gencar melakukan pencegahan virus itu dengan penyemprotan cairan disinfektan ke pemukiman masyarakat setiap harinya dari lingkungan satu ke lingkungan lainnya tanpa terkecuali.

Dari pantauan wartawan di berbagai lokasi di Labuhanbatu dalam pekan pertama di bulan April, para kelompok-kelompok pemuda dan masyarakat melakukan pencegahan wabah Covid-19.

Caranya dengan melaksanakan bakti sosial dengan membagikan paket sembako pada elemen masyarakat guna mengurangi beban selama melaksanakan kebijakan pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Rabu (8/4/2020) sesuai dengan keterangan Direktur RSUD Rantauprapat, Syafril Harahap menyebutkan, sampai saat ini pihaknya  belum ada menerima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. “Alhamdulillah, sampai saat ini kita tidak ada menerima PDP,” bilangnya.

Pihaknya juga mengharapkan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk menyampaikan informasi sekecil apapun terkait wabah Virus Corona itu.

Dokter spesial bedah itu menyebutkan, sebagai salah satu bentuk kepeduliaan Pemkab Labuhanbatu terhadap warga yang terpapar Virus Corona, telah menyiapkan lantai 3 dari gedung C RSUD Rantauprapat.

“Meski RSUD Rantauprapat bukan Rumah Sakit (RS) rujukan, namun untuk tindakan pertama kamar isolasi itu cukup memadai. Begitu juga dengan tenaga medis yang tersedia, seperti dokter spesialis dengan tenaga perawat, telah siap memberikan pelayanan kepada masyarakat Labuhanbatu,” kata Syafril.

Dia juga mengaku, memang sampai saat ini di RSUD Labuhanbatu, belum ditemukan terduga pasien Virus Corona. Hanya saja yang dilakukan saat ini adalah bentuk antisipasi.

“Sebagai antisipasi, kita hanya menyiapkan tim respons cepat dan isolasi ruangan, serta Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas yang akan menangani pengiriman pasien,” jelasnya. (Sofyan)