Disdukcapil Tobasa Lakukan Pelayanan Keliling di Kecamatan Porsea

Pelayanan Disdukcapil Tobasa disaksikan Camat Porsea, Robert Manurung.

Tobasa, Lintangnews.com I Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Toba Samosir (Tobasa) melakukan pemutakhiran data kependudukan, Jumat (16/11/2019).
Ini bertujuan untuk pemutakhiran dokumen, sehingga kelengkapan dokumen dapat dimaksimalkan bagi setiap masyarakat di Tobasa.

Ketua Tim V Disdukcapil Tobasa, Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Emmy Manurung memimpin pelaksanaan pemutakhiran dalam memaksimalkan dokumen kependudukan untuk 3 Kecamatan, seperti Porsea, Parmaksian dan Ajibata. Saat ini yang digelar di Kecamatan Porsea.

Dikatakan Emmy, tujuan dilakukannya kegiatan ini, atau sering disebut jemput bola untuk memudahkan masyarakat dalam melengkapi dokumen kependudukan secara efisien dan maksimal. Ini dalam pencapaian kepemilikan dokumen kependudukan bagi setiap warga Tobasa secara merata.

Menurutnya, jemput bola ini selain bentuk pelayanan kepada masyarakat, juga agar setiap penduduk tidak ada lagi yang tidak memiliki dokumen kependudukan. Termasuk mempermudah masyarakat untuk mengurus keperluan administrasi.

“Dokumen kependudukan adalah dokumen resmi yang diterbitkan instansi pelaksana, yang mempunyai kekuatan hukum, sebagai alat bukti autentik yang dihasilkan dari pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil yang mempunyai kekuatan hukum sebagai alat bukti autentik bagi penduduk,” sebut Emmy.

Menurutnya, jika masyarakat tidak memiliki dokumen, akan terkendala dalam mengurus administrasi pelajar, pekerjaan, paspor dan visa, serta administrasi lainnya.

Terpisah, Camat Porsea, Robert Manurung menyambut antusias kedatangan Disdukcapil di Kecamatan yang dipimpinnya.

Menurutnya, ini menguntungkan warganya, baik waktu, materi dan pemahaman pentingnya dokumen kependudukan bagi orang tua yang sudah lanjut usia.

Seperti dikatakan salah seorang warga lanjut usia, S boru Sitorus. Menurutnya, kehadiran Disdukcapil membantunya dalam mengurus dokumen kependudukan.

“Jika harus ke Balige dalam pengurusan, terus terang tidak mampu lagi. Mengingat kondisi fisik yang tidak memungkinkan,” paparnya.

Dirinya mengucapkan terima kasih pada pemerintah yang telah memperhatikan masyarakatnya dan benar-benar melayani. Terlebih seperti mereka masyarakat kecil. (asri)