Disebut Mengidap Kanker Jahat, Napi Lapas Siantar Tewas Usai Dioperasi 

Hotrin Martua Situmorang saat di ruangan ICU RSUD Djasamen Saragih.

Siantar, Lintangnews.com | Hotrin Martua Situmorang (42) warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Siantar,menghembuskan nafas terakhir di ruangan ICU RSUD Djasmen Saragih Kota Siantar. Rabu (27/3/19) malam.

Hotrin merupakan napi kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu sempat dilarikan petugas Lapas ke RSUD Saragih, Minggu (24/3/2019).

Data dihimpun, Kamis (28/3/2019), Hotrin meninggal dunia usai menjalani operasi di bagian dada. Namun, pada saat pemulihan pihak keluarga merasa Hotrin tidak dilayani dengan baik oleh pihak Rumah Sakit (RS).

“Selama dirawat, almarhum kerap mendapat pelayanan tidak layak dan lambat,” sebut Derina Hutapea ibu kandung dari Hotrin.

Derina menyampaikan, anaknya (Hotrin) sebelum menghembuskan nafas terakhir kerab mengeluh merasa kesakitan di bagian dada.

“Anak saya selalu mengeluh kesakitan pada bagian dada. Kami baru dikasih tau anak kami sakit ginjal dan paru-paru,” ucap Derina.

Lanjutnya, sebelum dikabarkan meninggal dunia, anaknya (Hotrin) sempat disebut pengidap bisul di bagian leher dekat dada, sehingga dokter meminta untuk dioperasi.

“Kemarin sakit bisul di lehernya, dibilang dokter sakit kanker jahat dan dioperasi. Sebelum meninggal, banyak kali keluar nanah,” sebut Derina.

Sampai saat ini pihak keluarga belum menerima bukti hasil dari operasi kanker jahat yang dilakukan dokter. “Kalau kanker jahat mana buktinya, kata dokter sudah dikasih sama suster jaga, kami tunggu tidak datang-datang,” pungkas Derina.

Dijelaskan Derina, sebelum meninggal dunia, keluarga meminta pihak RS  untuk memeriksa anaknya. Namun hanya diperiksa oleh perawat magang.

“Saya bilang lagi, suster tolong lah periksa. Kata mereka sudah diperiksa. Saya bilang, manalah tau orang itu, mereka perawat magang. Jadi dibilang orang itu tenang, diam lah saya,” ujarnya.

Saat jenazah Hotrin hendak dibawa pulang, ada pertikaian antara pihak tenaga medis dengan keluara dengan meminta uang formalin. Namun pihak keluarga menolak untuk membayarnya. (irfan)