Taput, Lintangnews.com | Perwakilan Distrik V Sumatera Timur, Pdt Marjabat Panjaitan mempertanyakan penundaan Sinode Godang Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) ke 65.
Menyikapi hal ini, Senin (5/10/2020), Pdt Marjabat menyampaikan 3 poin pada Ephorus Pdt Darwin Lumbantobing, yakni tetap dilaksanakan Sinode Godang pada tanggal 19-25 Oktober 2020. Jika pun harus ditunda, pihaknya mengusulkan digelar tanggal 17-21 November 2020.
“Jika poin 1dan poin 2 tidak dipenuhi, maka dilaksanakan Sinode Godang HKBP Istimewa yg dipimpin Karetaker,” sebut Pdt Marjabat usai menyampaikan pernyataan sikap kepada Ephorus HKBP.
Distrik V Sumatera Timur mengajukan pernyataan sikap keberatan pada Ephorus HKBP atas penundaan Sinode Godang yang banyak menimbulkan pertanyaan.
Ini terbukti dari surat keprihatinan yang dilayangkan Pdt Debora Sinaga yang meminta Ephorus agar mengkaji ulang keputusan itu melalui Rapat Pimpinan (Rapim), namun tak dihiraukan. Yang kedua surat keprihatinan dari Pdt David F Sibuea juga tak direspon Ephorus.
“Paling tidak masuk akal ketika bulan Desember dilaksanakan Sinode Godang ke 65, bulan itu pelaksanaan program Huria dan acara Natal. Kita bermohon kepada Ephorus agar legowo menerima pernyataan sikap kami, khususnya dari Distrik V Sumatera Timur agar mundur satu langkah dalam melaksanakan Sinode Godang maksimal tanggal 17-21 November 2020 dengan tujuan untuk menghindari dan memunculkan banyak pertanyaan,” sebut utusan Distrik V Sumatera Timur dalam pelaksanaan Sinode Godang ke 65.
Pdt Marjabat juga menegaskan, jika pandemi Covid-19 atau Virus Corona menjadi alasan kuat penundaan Sinode Godang, itu hanya tinggal berkoordinasi dengan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan pihak terkait agar bekerja sama menjaga penyebaran virus dan mematuhi sesuai protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah.
“Kami mohon kepada Ephorus agar legowo dan mengkaji ulang itu melalui Rapim atau cara lain demi menghindari opini negatif lain atau dengan kata lain keputusan sepihak. Perlu kita ingat pandemi ini tidak tau kapan berakhirnya. Kalau ini terus berlanjut apakah Sinode Godang terus ditunda dan konsekuensinya siapa yang bertanggung jawab,” sebut Pdt Marjabat yang katanya satu angkatan dengan Ephorus saat ini. (Gihon)


