Diterpa Isu, Kuasa Hukum Calon Kades Sitoluama Angkat Bicara

Tobasa, Lintangnews.com I Kuasa Hukum dari DTP, Kirno Sialagan kepada wartawan membenarkan kliennya saat ini masih sedang menjalani pemeriksaan di Polres Toba Samosir (Tobasa) sebagai terlapor.

“Hingga saat ini belum ada ketentuan hukum yang menyatakan klien kami telah melakukan pelanggaran hukum atau dinyatakan bersalah,” sebut Kirno, Kamis (28/11/2019) seraya mengaku, kliennya selama ini dikenalnya taat pada hukum.

Kirno juga menyampaikan rasa prihatin atas adanya pemberitaan di media yang menurutnya, kurang berimbang. Pasalnya, berita itu dinyatakan seolah-olah DTP sudah terbukti melakukan pelanggaran hukum, padahal masih berstatus terlapor.

“Berita itu tanpa azas praduga tak bersalah, terkesan menghakimi,” paparnya.

Kirno menuturkan, hal itu berbahaya sekali sebab bisa membuat suasana di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti memanas apalagi yang sebentar lagi akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), padahal berita itu belum tentu benar.

“Jadi, apapun hasilnya, kita serahkan kembali kepada masyarakat Sitoluama. Saya harap masyarakat tidak terprovokasi dengan pemberitaan-pemberitaan yang negatif selama ini,” tegas Kirno.

Dirinya mengaku,kemungkinan akan melaporkan pihak yang telah sengaja melakukan perekaman video dan menyebarkannya ke umum. Sebab hal itu telah merugikan nama baik kliennya.

Diketahui sebanyak 105 Desa akan melaksanakan Pilkades Serentak di wilayah Kabupaten Tobasa pada Kamis (5/12/2019) mendatang.

Desa Sitoluama adalah salah satu desa yang turut melaksanakan Pilkades itu dengan 3 orang Calon Kepala Desa (Kades). DTP diketahui merupakan salah satu calonnya.

Namun, jelang Pilkades itu, DTP diterpa tudingan telah melakukan pelanggaran hukum. Bahkan kabarnya sudah sampai ke ranah hukum, yakni pihak Kepolisian.

“Kami tidak tau, apakah kasus ini ada hubungannya dengan Pilkades yang akan dilaksanakan sebentar lagi,” ujar salah seorang warga yang mengaku tinggal tak jauh dari kantor Kades Sitoluama.

Dirinya dan beberapa warga saat ini mengaku, atas kejadian yang menimpa DTP telah membuat elektabilitasnya naik hingga 20 persen.

“Banyak warga menjadi simpatik pada DPT atas musibah yang dialaminya. Sebab kami merasa DPT tidak mungkin melakukan hal yang didugakan itu sesuai laporan ke polisi,” ujar warga yang meminta namanya tidak dituliskan.

Mereka mengaku, mengenal sosok DTP. Selain baik, dermawan dan tegas, DTP juga rajin ke gereja serta salah seorang pekerja keras di Desa Sitoluama. (Asri)