Dituding Gelapkan Penjualan Truk Rp 1,6 M, Bernando Siahaan Diringkus Polres Siantar

Bernando Siahaan (kaos hitam menggunakan kacamata).

Siantar, Lintangnews.com | Sebulan menghilang, terduga pelaku penggelapan puluhan unit Dump Truk, Bernando Siahaan (46) tak berkutik saat ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Siantar, Rabu (12/6/19) pukul 20.30 wib.

Pria yang berdomisili di Jalan Kartini Sopo Surung Kecamatan Balige Kabupaten Tobasa ini ditangkap saat bersama seorang teman wanitanya boru Simbolon di sebuah cafe komplek Megaland, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar Sumatera Utara.

Informasi dihimpun, sebelumnya pada tanggal 5 Februari lalu,Korban (Zulkarnaen) menyerahkan 11 unit dump truk kepada pelaku untuk dijual. Alhasil berjalannya waktu 11 unit dump truk berhasil dijual pelaku.

Namun hasil penjualan 11 dump truk, pelaku tidak memberikan hasil penjualan mobil kepada korban sebesar Rp1,6 millyar.Hari ke hari korban pun menagih uang hasil penjualan mobil terhadap pelaku, namun pelaku selalu berdalih lagi ada kesibukan.

Sampai selama 45 hari waktu yang dijanjikan, Bernando belum mengembalikan uang penjualan mobil kepada korban Zulkarnain.

Hingga akhirnya korban Zulkarnain (43) warga Linhkungan IV Marihat Tengah, Kelurahan Seberlawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun ini melaporkan pelaku Bernando Siahaan ke Polres Pematangsiantar, pada (11/5/19) lalu dengan tuduhan penipuan dan penggelapan.

Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Kanit Ekonomi Ipda Malon Siaggian,saat dikonfirmasi Kamis (13/6/19), mengatakan bahwa pihaknya sudah mencari keberadaan tersangka selama sebulan lebih.

Bernando selama dalam pencarian petugas selalu berpindah pindah tempat.Kemudian petugas pun mengatur siasat agar keberadaan Bernando terhendus.

“Kita menyamar sebagai calon pembeli 3 unit rumah kepada pelaku.Untuk mencari tahu posisinya sempat pergi ke kantor pemasaran yang berada di Tebing Tinggi,”Lanjutnya.

Masih kata Malon,Pihaknya menghubungin nomor telepon pelaku. Dalam kesepakatan itu pelaku menentukan tempat ketemu di Kok Tung Megaland.

“Waktu di Kok Tung Megaland lah tangkap pelaku dengan menunjukkan surat perintah penangkapan terlebih dahulu kepada pelaku,” uajr Malon.

Sementara pelaku resmi telah ditetapkan tersangka dengan dasar bukti-bukti yang menjerat pelaku. “Pelaku sudah kita jebloskan rumah tahanan Polres (RTP) dan dijerat dengan oasal 378 KUHP tentang penggelapan,”pungkas Malon. (Irfan)