Simalungun, Lintangnews.com | Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 091559 Banua, Nagori Balijo, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Bennaria Sitanggang bungkam dikonfirmasi terkait tudingan bahwa dirinya memakan gaji guru komite, Selasa (7/7/2020).
Menurut guru komite sekolah itu, Belman Sinaga, dulu dirinya berstatus guru Pegawai Tidak Tetap (PTT). Namun tahun 2020 ini Surat Keputusan (SK) PTT tidak keluar lagi. Ini membuat dirinya menjadi guru komite mulai bulan Januari 2020.
“Tahun ini SK PTT saya gak keluar. Per Januari 2020 saya menjadi guru honor komite. Dan soal gaji sudah kami bicarakan. Namun pertengahan Maret belajar di rumah karena pandemi Covid-19,” terangnya.
Kemudian karena bulan Maret akhir, Belman ada urusan keluarga ke Bandung, sehingga dirinya pergi kesana. “Apesnya saya gak bisa cepat pulang karena Bandar Udara langsung tutup. Meski demikian, sayabtetap kerja dari WhatsApp (WA) Daring,” sebut Belman.
Tanggal 5 Juni Bandar Udara dibuka kembali. Dan Belman pulang pada tanggal 8 Juni, dengan tujuan mengerjakan nilai dan rapot. Karena bulan April sudah keluar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Belman meneringati gaji pada Kepsek.
“Namun Kepsek gak respon. Jadi saya tanyalah teman kerja yang juga honor komite, apakah sudah menerima gaji atau belum. Tetapi mereka menjawab belum, jadi saya diam karena teman pun belum mendapatkan gaji,” paparnya.
Apes lagi, kata Belman, tanggal 8 Juni sesampainya di kampung, dirinya dikarantina karena baru pulang dari Pulau Jawa, sehingga tak bisa keluar rumah. Lalu dirinya meminta tolong kepada Kepsek dan operator karena raport gak dikerjakan, hanya nilai kelulusan saja. Ini karena laptop dan aplikasi hanya ada di operator.
Lanjut Belman, saat pembagian raport tanggal 19 Juni, Kepsek tak hadir di sekolah, dengan alasan ke ladang.
“Raport kelas tak saya bagikan, karena gaji belum dibayar. Saya telepon meneringati gaji, Kepsek gak respon. Mungkin karena persoalan gaji itu, dia pura-pura ke ladang menghindar,” tukasnya.
Selanjutnya Sabtu (20/6/2020), Belman dan guru kelas 5 mendatangi rumah Kepsek menanyakan apa alasan menahan gaji mereka. Hanya saja Kepsek tidak berada di rumah, sehingga keduanya menyusul ke ladangnya.
“Kepsek marah-marah pada kami karena mendatanginya ke ladang. Diberikan lah gaji guru kelas 5 mulai dari bulan Januari sampai Juni. Saat saya minta gaji, dikatakan ‘gaji apa’,” kata Belman.
Dirinya menjelaskan gaji mengajar yang dituntutnya. “Gak ada gaji-gaji. Kan yang buat nilai kelulusan adalah operator. Jadi gajimu saya kasih ke operator. Pokoknya gajimu sudah sama operator,” papar Belman menirukan perkataan Kepsek.
Menurut Belman, saat dirinya mendesak Kepsek membanyar gajinya terhitung Januari hingga Maret.
“Ya diperintahkan Koordinator Wilayah (Korwil). Makanya gajimu saya kasihkan kepada operator,” sebut Belman kembali menirukan pernyataan Kepsek.
Terpisah, Operator SD Negeri 091559 Banua, Windi Oktaviani Hutauruk via telepon seluler membantah ada menerima gaji guru komite, Belman Sinaga.
“Gak benar itu, tetapi bapak tanyalah Kepsek. Karena operator gak megang keuangan dana BOS. Untuk lebih jelas tanya Kepseknya. Bukan berarti saya menyangkal. Saya kan hanya operator,” tukas Windi. (Zai)


