Dituntut 8 Kalender, Hakim PN Tebingtinggi Vonis 2,5 Tahun Kasus Narkoba

Sumini yang divonis 2,5 tahun di PN Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Meski dinyatakan terbukti bersalah di depan persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi, majelis hakim yang diketuai Tanti Manalu dkk hanya bisa menjatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara buat terdakwa wanita cantik bernama Sumini, Selasa ( 30/10/2018).

Dua pekan lalu, jaksa Ester menuntut terdakwa pemilik salon itu selama 8 tahun dan denda Rp 800 juta. Atas putusan itu jaksa menyatakan banding.

Sebelumnya Sumini menanggis saat terdakwa dituntut 8 tahun. Namun wajah terdakwa berseri-seri usai majelis hakim yang  dipimpinTanti memvonis ringan terkait kasus narkoba.

Terdakwa didampingi kuasa hukum Syaiful, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan Sumini ditangkap petugas Kepolisian di perkebunan kelapa sawit atau di belakang rumahnya, Jalan Ikhlas Lingkungan I, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi pada Rabu (2 /5/2018) sekira pukul 13.30 WIB.

Terdakwa ditangkap personil Satuan Reserse Narkoba Polres Tebingtinggi, Agustiyan dan Syaqautillah, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, jika di belakang rumahnya sering terjadi tindak pidana narkotika.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas melihat seorang perempuan dewasa yang diketahui bernama Umi. Saat digeledah, Umi langsung mengeluarkan 1 paket narkotika jenis sabu dibalut dengan kertas putih dari pakaian dalam. Umi pun mengakui, sabu itu miliknya.

Pada saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 1 buah alat hisap sabu (bong) dan 1 buah dompet kain di dalamnya berisi 2 buah plastik klip kosong, 1 buah kaca pirex, 1 buah jarum, 3 buah mancis, 1 buah pipet plastik yang telah dibengkokan dan 1 buah kotak rokok Lucky Strike Mild dari belakang rumah tersangka.

Diketahui Umi membeli sabu dari seseorang bernama Jaya (belum tertangkap/DPO) seharga Rp 200 ribu pada Rabu (2/5/2018) sekira pukul 12.00 WIB, di Jalan Ikhlas Lingkungan I Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan.

Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (purba)