DPRD Simalungun Dinilai Layak Tinjau Penyelesaian Proyek Dana Desa di Bandar Dolok

Kabid Pemnag DPMPN Simalungun, Odor Sitinjak dan istri Pangulu Nagori Bandar Dolok yang juga Pendamping Lokal Desa, Nirwana Sihombing.

Simalungun, Lintangnews.com | Penyelesaian pengerjaan proyek dana desa tahun 2018  di Nagori Bandar Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan melenceng dari jadwal yang dijanjikan.

Komisi I DPRD Kabupaten Simalungun dinilai layak meninjau ke lapangan. Sehingga segala sesuatu persoalan yang terjadi di sana dapat terungkap.

Informasi dihimpun, Minggu (27/1/2019), jika sebelumnya Selasa (23/1/2019) lalu, Komisi I DPRD Simalungun ada mengumpulkan sejumlah pihak terkait pelaksanaan proyek bersumber dari dana desa tahun 2018 lalu di Kecamatan Dolok Panribuan.

Diketahui tujuan dari pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang rapat Komisi I itu guna menindaklanjuti pemberitaan lintangnews.com pada tanggal 14 Januari 2019 terkait Ketua PKK Bandar Dolok (Nirwana Sihombing) merangkap menjadi Pendamping Lokal Desa (PLD) di 4 Nagori. Yakni, Nagori Palianaopat. Nagori Gunung Mariah. Nagori Tiga Dolok, dan Nagori Bandar Dolok. Sementara suami Nirwana Sihombing adalah Pangulu Nagori Bandar Dolok.

Ini membuat pengawasan kegiatan fisik dari dana desa secara umum dan perannya sebagai PLD disorot sejumlah masyarakat. Mengingat fakta di lapangan, PLD itu tidak melaksanakan tugas sesuai Standard Operasional Prosedural (SOP) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Diketahui salah satu poin dari RDP itu adalah pernyataan kesanggupan dari pihak pelaksana proyek dana desa. Bahwasanya, pengerjaan proyek diselesaikan 1 hari setelah RDP digelar. Namun, faktanya tidak berbanding lurus, seingga Komisi I dinilai layak meninjau ke lokasi.

“Satu hari tambahan waktu yang dijanjikan kepada Komisi I bahwa seluruh proyek dana desa Nagori Bandar Dolok akan diselesaikan ternyata melenceng. Kami menilai Komisi I DPRD Simalungun untuk melihat langsung ke lokasi agar terungkap,” sebut warga yang tak bersedia disebut identitasnya.

Dikatakan warga, pasca RDP digelar Komisi I DPRD Simalungun, para Tenaga Ahli (TA) Kementiran Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigras di Kabupaten Simalungun tidak ada yang hadir. “Gak satupun, Kadis Pemberdayaan Maujana dan Pemerintah Nagori (PMPN) pun gak hadir. Yang hadir hanya Kabid Pemnang gantinya si Tagon,” ungkap warga.

Terkait kebenaran informasi ini, Kabid Pemnag DPMPN Simalungun, Odor Sitinjak belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi via telepon selulernya, seseorang mengaku anaknya menjawab panggilan masuk. “Mamak lagi tidur siang. Ini dari mana,” tanyanya, Minggu (27/1/2019) sekira pukul 14.13 WIB.

Anehnya, sekira pukul 16.59 WIB, Odor justru mengatakan mohon maaf karena anaknya mengalami tabrakan hingga patah pada bagian kaki dan tangan dan keberadaannya dirawat Dukun Patah Tarigan di Jalan Sisingamaraja, Kota Siantar.

“Mohon maaf pak anak saya tabrakan patah tangan dan kaki sekarang berada di dukun patah tarigan di jln Sisingamangaraja pikiran tdk tenang harap maklum,” tulisnya via WhatsApp (WA) menanggapi konfirmasi kebenaran waktu tidur siangnya seperti disampaikan anaknya. (zai)