DPRD Simalungun Pertanyakan Keterlibatan Oknum Jaksa di Proyek Jaringan Internet

Tower jaringan internet milik Pemnag Pamatang Sahkuda.

Simalungun, Lintangnews.com | Adanya dugaan oknum jaksa berperan di balik pemasangan jaringan internet di tingkat Pemerintah Nagori (Pemnag) dipertanyakan anggota DPRD Kabupaten Simalungun.

“Sewaktu turun ke TKecamatan apian Dolok melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal bantuan sosial (bansos) Covid-19, merembetlah ke masalah itu. Pertanyaannya, ada oknum Kejaksaan merekrut pemasangan jaringan internet,” jelas Benson Damanik saat ditemui, Rabu (15/7/2020).

Namun anggota DPRD Simalungun asal Daerah Pemilihan (Dapil) II itu tak mau menyebutkan siapa oknum Pangulu yang mengaku adanya keterlibatan jaksa.

“Waktu dikatakan dari Kecamatan Siantar. Saya bilang, begini pak dewan, katakan saja siapa Pangulu nya yang bilang, tetapi gak mau,” kata Pangulu Nagori Nagur Usang ini.

Sementara, Camat Tapian Dolok, Sakban Saragih saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (16/7/2020) membenarkan anggota DPRD Simalungun ada turun ke wilayahnya.

“Dua bulan lalu terkait bantuan Covid-19. Kalau soal pemasangan internet Nagori gak ada dibahas dalam forum waktu itu. Mungkin di luar forum itu. Memang, banyak anggota dewan bincang-bincang sama pak Benson usai pertemuan itu,” papar Camat.

Sakban menyebutkan, anggota DPRD Simalungun yang hadir di antaranya, Sariadi Saragih, Usmayanto, Andre Andika Sinaga ,Adiyanto Pasaribu dan Tumpak Silitonga.

Sementara itu Sariadi Saragih kepada wartawan menjelaskan, yang dibuka saat itu pada forum hanya soal relokasi. “Artinya mana yang lebih prioritas,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pangulu Nagori Pematang Syahkuda, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Suwardi disebut mengetahui siapa oknum jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun yang berperan di balik pemasangan jaringan internet Pemerintah Nagori (Pemnag).

“Kalau masalah ini di Gunung Malela, dia (Pangulu Pematang Syahkuda) yang mengetahui dan kerja sama dengan oknum jaksanya,” sebut salah seorang Pangulu, Selasa (14/7/2020).

Dikatakan, hal itu terungkap berawal dari datangnya petugas pemasang internet tanpa terlebih dahulu koordinasi dengan Pangulu Dolok Malela.

“Si Surya nama Pangulunya. Awalnya datang orang pemasangan internet dan ditanya, kok dipasang? Siapa yang suruh? Kemudian disuruh dibuka,” jelasnya sembari mengulang pertanyaan Pangulu Dolok Malela.

Lalu antara Pangulu Pematang Syahkuda, Suwardi dan Pangulu Dolok Malela, Surya dikatakan berkomunikasi melalui telepon setelah adanya penolakan pemasangan jaringan internet.

“Gak berapa lama, Pangulu (Surya) ditelepon oknum jaksa dan bilang, kalau ada apa-apa, kami periksa bapak,” paparnya seraya membilang Suwardi yang tau semuanya.

Selanjutnya Surya melapor kepada anggota DPR RI, Muhammad Nasir. Esoknya, terjadi pertemuan antara, Surya dengan Nasir.

“Ketemu kami dan langsung ditelepon petinggi di pusat. Kemudian datang orang Kejaksaan ke sana (Nagori Dolok Malela) mencari tau siapa yang laporkan,” bebernya sembari menambahkan jika Nasir telah mengetahuinya.

Sementara Surya saat dikonfirmasi via telepon seluler, Rabu (15/7/2020) mengaku bukan menolak. “Tetapi masalah situasinya kan masih Covid-19 (Virus Corona). Kan sensitif masyarakat. Jadi dipending (ditunda) dulu menunggu kondusif,” ucapnya.

Mengenai pemasangan, kata Surya, yang jelas tidak ada koordinasi dari petugas pemasangan jaringan internet. “Orang Karang Sari dan saya bilang pending dulu tunggu koordinasi dengan Ketua Pangulu di Kecamatan,” paparnya.

Disinggung soal adanya dugaan oknum jaksa yang meneleponnya dan anggota DPR RI, Nasir telah mengetahui, Surya mengatakan tidak ada mengintervensi.

“Kami kan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Gak ada yang mengintervensi kami,” katanya sembari mengatakan, kandang ternak milik Nasir berdekatan dengan kantor Pangulu Dolok Malela.

Terpisah, Pangulu Pematang Syahkuda, Suwardi saat coba dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Rabu (15/7/2020) sekira pukul19.58 WIB dalam keadaan tak aktif.

Sebelumnya, Suwardi membenarkan pemasangan jaringan internet dipihakketigakan. “PT Tekan. Di Siantar-Simalungun sudah ada,” sebutnya saat ditemui, Minggu (17/5/2020) lalu.

Namun sebagai Direktur PT Tekan, Suwardi mengaku tidak mengetahuinya, termasuk biaya untuk pemasangan jaringan internet sebesar Rp 30 juta dan berkapasitas 15 Mbps (Megabite per second).

“Masa berlakunya sampai tahun 2021. Dipasang pada bulan April itu. Kalau direkturnya (PT Tekan) kurang tau. Yang datang ke sini perwakilannya bernama David,” kata Suwardi.

Selain itu, Suwardi mengungkapkan ada belasan Nagori di Kecamatan Gunung Malela yang telah melakukan pemasangan jaringan internet, kecuali Nagori Asilom, Bukit Maraja dan Bangun.

“Kalau yang lain itu ada Indihome. Sudah ada penawarannya dan musdus (musyawarah dusun),” jelasnya sembari mengaku tower berdiri di lahan Pemnag Pamatang Sahkuda dan tinggi 6 stik (meter).

Ditanya, apakah benar PT Tekan sebagai rekanan titipan dan mengkoordinir Pangulu di Kecamatan Gunung Malela dalam pemasangan jaringan internet, Suwardi mengaku tidak ada.

Dia menyampaikan, sejak tahun 2017 anggarannya sudah ditampung. “Tidak ada. Memang dari tahun 2017 sudah diusulkan anggarannya. Baru ini terealisasi pelaksanaannya,” ucapnya. (Zai)