Dua Kali Jalani Rapid Test, 44 Pegawai RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi Reaktif Positif

Pelaksanaan rapid test terhadap para pegawai RSUD Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kembali melakukan rapid test untuk kedua kalinya kepada semua pegawai RSUD Kumpulan Pane dari berbagai bidang berjumlah 264 orang.

Hasilnya sebanyak 37 orang di antaranya dinyatakan reaktif positif Covid-19, Rabu (27/5/2020).

Sebelumnya, Sabtu (23/5/2020), Tim Gugus Tugas telah melakukan rapid test pertama terhadap 95 orang yang melakukan kontak langsung terhadap salah seorang tenaga medis terpapar Covid-19. Hasilnya, 7 orang dinyatakan reaktif positif, sehingga totalnya sebanyak 44 orang.

Pelaksanaan rapid test itu sehubungan terpaparnya salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga medis RSUD Kumpulan Pane yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab dan saat ini sedang menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Simalungun.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tebingtinggi, Nanang Fitra Aulia menyampaikan, kepada mereka yang reaktif positif untuk langsung melakukan isolasi mandiri secara serius.

Menurutnya, Tim Gugus Tugas akan terus memantau mereka yang melakukan isolasi mandiri dan sama sekali tidak diperkenankan keluar rumah.

“Jika ditemukan masih berkeliaran di luar rumah, Tim Gugus Tugas akan menjemputnya dari kediaman dan dimasukan dalam karantina,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemko Tebingtinggi ini.

Disampaikan Nanang, tindakan selanjutnya terhadap 44 orang yang dinyatakan reaktif positif atas perintah Wali Kota dilanjutkan dengan pemeriksaan swab, Kamis (28/5/2020).

Selain itu, 5 orang pasien lainnya yang berhubungan langsung dengan petugas medis yang dinyatakan positif Covid-19juga akan menjalani pemeriksaan swab.

Nanang juga menyampaikan arahan Wali Kota, jika dari hasil swab para petugas medis nantinya ada hasil yang positif, tindakan selanjutnya terhadap RSUD Kumpulan Pane adalah menjalankan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Perintah Wali Kota, jika memang harus dilock down (tutup) sementara wajib dilakukan, mudah-mudahan hal ini tidak terjadi,” ujar Nanang mengakhiri. (Pembela)