Dua Warga Siantar Diamankan Akibat Coba Merampas Sepeda Motor

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Rachmat Aribowo didampingi Kapolsek Bangun, AKP L Gultom saat press relis penangkapan terhadap kedu pelaku

Simalungun, Lintangnews.com | Seorang pria inisial AS (38) warga Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar dan EFP (27) warga Jalan Jati, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara diamankan personil Polres Simalungun, Sabtu (12/6/2021) sekira pukul 10.00 WIB.

Informasi dihimpun, Minggu (13/6/2021), keduanya ditangkap atas dugaan melakukan pencurian dengan kekerasan (curas). Dan sebelum melakukan aksi premanismenya, kedua pelaku mengaku karyawan leasing kepada korban.

Korban, Ajdi Juanda (17) bersama saksi Ari Andrian (16), keduanya warga Huta III Pasar Baru Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Kasat Reskrim, AKP Rachmat Aribowo menuturkan, peristiwa itu terjadi di Jalan Asahan Km 8, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Menurut AKP Rachmat, sebelumnya korban dan saksi baru pulang dari sekolah di Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Jalan Asahan Km 7, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun berboncengan mengendarai sepeda motor.

“Tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kedua pelaku bersama 2 orang rekannya yang berhasil kabur berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro warna hitam dan merah datang dari arah belakang,” sebutnya.

Lalu saat posisi sepeda motor sejajar, salah seorang pelaku menendang bagian sebelah kanan kendaraan korban sembari menggertaknya. “Pinggir-pinggir kalian,” perintah pelaku.

Sementara korban dan saksi terjatuh ke beram jalan. Kemudian keempatnya mengaku dari pihak leasing.

Selanjutnya salah seorang dari pelaku mengambil kunci kontak sepeda motor Honda Beat warna hitam milik korban. Kemudian melakukan pemeriksaan terhadap nomor rangka dan nomor mesin sepeda motor korban.

Pelaku juga memaksa sambil menendang bagian kaki kanan korban dan merampas kunci kontak sepeda motor dari tangannya. Sementara kedua orang pelaku memaksa korban ikut ke Polsek Siantar Utara Resor Siantar.

“Kalau tidak ada surat surat sepeda motormu, kau di tahan di Polsek,” ucap pelaku. Namun korban dan saksi tetap bersikeras menolak ikut. Selanjutnya kedua pelaku kabur ke arah Kota Siantar berboncengan mengendarai Honda Mega Pro warna merah.

Tak rela sepeda motornya dibawa kabur, korban sempat menarik tangan pelaku sehingga terjatuh di tengah jalan. Korban mengambil kunci kontak sepeda motor pelaku dan kabur ke arah rumah warga.

Melihat peristiwa itu mirip begal, hitungan menit warga setempat menangkap kedua pelaku. Sekaligus mengamankan barang bukti sepeda motor pelaku dan korban. Warga lalu menyerahkannya ke Polsek Bangun Resor Simalungun.

“Barang bukti yang diamankan yakni sepeda motor Honda Mega Pro dan Honda Beat, 1 unit Hand Talky (HT) milik kedua orang pelaku dan uang tunai sebesar Rp 2.160.000,” sebut AKP Rachmat.

Tak terima atas kejadian yang dialami, korban langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Bangun dengan Nomor : LP/23/VII/2020/SU/Simal/Sek Bangun tanggal 12 Juni 2021. (Rel/Zai)