Emak-Emak Berdaster Desak Kebun Marihat Bersinergi Bersama Pemerintah Tanggulangi Banjir Pondok 8

Akibat diterjang banjir dari lahan HGU PTPN IV Marihat, jalur penghubung di Pondok 8 terputus dan emak-emak berdaster berjalan kaki menyeberangi

Simalungun, Lintangnews.com | Sejumlah masyarakat mendesak PTPN IV Kebun Marihat segera bersinergi bersama pemerintah menanggulangi banjir yang berakibatkan terputusnya jalur penghubung Kota Siantar menuju Tanah Jawa, persisnya di Pondok 8 Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun beberapa hari lalu.

Selain mendesak pihak PTPN IV Marihat yang dinilai kurang ramah berlingkungan itu, sejumlah masyarakat se Kecamatan Tanah Jawa mengatasnamakan emak-emak berdaster juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalur penghubung tersebut.

“Apresiasi untuk Pemprovsu dalam hal perbaikan Jalan Siantar-Tanah Jawa dengan pagu sebesar Rp 4,8 niliar bukan sedikit. Bahkan cukup besar itu.

Rencana perbaikan 150 hari kalender sudah berlalu 93 hari. Terhitung tanggal 17 Juli 2019 sampai dengan hari ini,” ucap warga, Sabtu (19/10/2019).

Emak-emak berdaster ini juga menyayangkan pihak rekanan Pemprovsu. Sebab lamban dalam hal mengerjakan proyek menelan APBD Sumut tahun 2019 itu. Dan berakibat kembali terputusnya  jalur penghubung tersebut. Sehingga mendesak perhatian serius dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Ramayadi.

“Pengerjaan kemarin belum berbekas sudah kandas diterjang air bah kembali kemarin siang. Bapak Gubernur yang kami banggakan, mohon kembali meminta perhatian serius untuk menangani perbaikan jalur penghubung tersebut. Kami berharap biaya itu tidak sia-sia,” imbuh emak-emak berdaster.

“Kepada pihak perkebunan mohonlah bersinergi dengan pemerintah agar kejadian ini tidak berulang-ulang. Junjung lah hasil rapat yang sudah disepakati untuk kepentingan kita bersama. Kepada rekanan kami mohonkan segerakan pengerjaan dengan baik,” imbuh mereka. (Zai)