Excavator Rusak, Sungai Bahilang Tidak Bisa Dikeruk

Sungai Bahilang Tebingtinggi yang semakin menyempit.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Pasca kerisauan masyarakat di sekitar aliran Sungai Bahilang, baik yang melintas di Kelurahan Bandarsono dan Kelurahan Persiakan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi kini semakin menjadi-jadi dan banjir besar mengancam.

Pasalnya, harapan masyarakat agar Sungai Bahilang segera dilakukan pengerukan kini tidak bisa dilakukan secepatnya dalam waktu dekat. Justru pengerukan bisa dilakukan di tahun 2020.

Pengakuan Beos, salah seorang staf Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Tebingtinggi, kemarin, mengaku alat berat excavator rusak sejak tahun 2018 dan hingga kini belum juga diperbaiki.

Alat berat milik Dinas PU Tebingtinggi yang mengalami kerusakan.

“Sebab dana untuk itu (perbaikan excavator) belum ada ditampung. Jadi untuk penggerukan Sungai Bahilang tak bisa dilakukan,” ujarnya.

Beos juga mengakui, sudah ada surat pihak Kelurahan Bandarsono dan tokoh masyarakat Pahala Sitorus ke Dinas PU agar Sungai Bahilang dikeruk, ini menggingat semakin dangkal dan menyempit. (purba)