Festival Kuda Kepang Piala Kapoldasu di Batubara Resmi Berakhir

Kapolres AKBP R Simatupang (tengah kemeja biru) saat menyerahkan Piala Kapoldasu kepada para pemenang.

Batubara, Lintangnews.com | Festival Seni Budaya Kuda Kepang memperebutkan Piala Kapoldasu yang dilaksanakan DPD Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kabupaten Batubara berlangsung mulai tanggal 26 Maret sampai dengan 1 April 2019 di Lapangan Sepakbola Limapuluh.

Pada acara penutupan, Senin (1/4/2019), Ketua Panitia, Mahendra Suderajat mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Batubara AKBP R Simatupang selaku panitia dan Generasi Muda (GM) Pujakesuma, sehingga festival sukses terlaksana.

Mahendra menyatakan, festival ini adalah yang ketiga kalnya dilaksanakan Pujakesuma Batubara. Menurutnya, festival yang berlangsung dihadiri lebih dari 1.000 orang.

Penutupan festival dihadiri Ketua Pujakesuma Batubara, Suriono, Sekretaris Ngatirun, Bendahara Suwandi Suprapto dan juga Sesepuh Pujakesuma lainnya.

Suriono dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dari pihak panitia, GM Pujakesuma dan lainnya sehingga festival berlangsung sukses.

Selamat Arifin selaku Wakil Pembina Pujakesuma Batubara dan Ketua DPRD Batubara menuturkan, kedepannya akan mengusahakan bantuan untuk kelompok seni berbagai suku etnis di daerah itu. Ini sesuai persentasi populasi dari masing-masing suku di Batubara.

“Kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara seni budaya Jawa yang d buktikan dari banyak nya penggemar penonton seni budaya Kuda Kepang,” sebut Selamat.

Ketua Pujakesuma Batubara, Suriono Suriono (paling kiri) bersama para pengurus dan pemenang.

Sementara Bupati Batubara diwakili Asisten III, Attaruddin juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Panitia Festival Kuda Kepang, karena kegiatan berlangsung dengan aman dan sukses.

“Ini sesuai dengan semboyan dan program Bupati yakni, relijius, mandiri, sejahtera berbudaya dan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga Batubara untuk bisa berdaya saing dalam mengisi peluang industri yang akan bermunculan di Batubara,” sebut Attaruddin dan menambahkan 12 etnis suku yang bersama-sama hidup berdampingan di Batubara.

Kapolres Batubara menyampaikan, budaya Jawa yang paling unik adalah tingkatan bahasa yakni Ngoko ,Madyo dan Kromo yang sampai saat ini masih terus di pertahankan . Selain memiliki 3 tingkatan bahasa, Suku Jawa juga menghargai berbagai macam keagamaan dan kepercayaan masing-masing kelompok, suku dan etnis di sekitarnya. Sehingga orang Jawa ini dikenal pluralis.

“Dengan kesenian, maka orang Jawa bisa bersatu seperti yang dilakukan Pujakesuma dengan semboyan ‘sepi ing pamrih rame ing gawe, rukun, raket, regeng dan rumekso. Potensi 42  persen i bisa mengangkat martabat Suku Jawa di Batubara,” sebut Kapolres.

Dirinya juga berpesan agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Batubara, sehingga pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu 2019) berlangsung aman dan damai.

Diketahui untuk juara 3 Festival Kuda Kepang diraih grup Timbul Gembira, juara II grup Mawar Sari dan juara I grup Yuspianti dari Desa Mangkei Baru, Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara.

Acara penutupan dimeriahkan Tim Gamelan Sanggar Seni Jawa Sekar Wangi dari Kisaran, Kabupaten Asahan. (wellas)