Festival Paduan Suara Katolik Perdana Digelar di Balige  

13
Foto bersama Bupati Tobasa, Darwin Siagian, Pastor Vikep Ambrosius Nainggolan dan peserta festival paduan suara.

Tobasa, Lintangnews.com | Guna mewujudkan kesatuan hati yang lebih mendalam di kalangan umat Kristiani yang mengikuti, khususnya umat Katolik.

Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menggelar Festival Paduan Suara Katolik perdana di TB Silalahi Center, Minggu (13/10/2019).

Ada pun festival ini diikuti 11 kontingen. Tujuh kontingen dari Paroki Balige, 2 kontingen Paroki Parsoburan dan 2 kontingen Paroki Parapat.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Tobasa, Darwin Siagian, Wakil Bupati, Hulman Sitorus dan Sekretaris Daerah (Sekda) Audi Murphi Sitorus dan Ketua TP PKK, Brenda Ritawati Darwin Siagian.

Dalam sambutannya, Sekda yang juga Ketua LP3K, Audi Murphy Sitorus menuturkan, LP3KD melaksanakan Festival Paduan Suara Katolik berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2016.

Selanjutnya, Surat Keputusan (SK) Bupati Tobasa Nomor : 774 Tahun 2018 tanggal 28 September 2018 tentang Pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Kabupaten Tobasa periode 2018 -2023.

Sementara Pastor Vikep Ambrosius Nainggolan mengatakan, pepatah yang sering didengar selama ini ‘Doa Pembuka, Doa Syukur Agung, Bapa Kami, Doa sesudah Komuni’ menjadi lebih bermutu ketika dilagukan. Dengan dilagukan, kata-kata doa seolah didandani dan menjadi lebih indah.

“Dengan melakukan, bernyanyi dengan baik dan benar, sama dengan melakukan doa dua kali (Qui Bene Cantat, Bis Orat). Kalimat ini sering diucapkan Santo Augustinus dari Hippo, uskup dan pujangga Gereja,” paparnya.

Menurutnya, festival ini untuk menjadikan sebuah kegiatan dalam membina umat. Termasuk dalam rangka menggali potensi di lomba paduan suara, sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan, kerjasama, sportifitas dan persaudaraan.

“Tidak kalah penting sebagai sarana dalam peningkatan kualitas kehidupan rohani Katolik,” sebut Pastor Vikep Ambrosius. (asri)