Fortuner Diduga Mobil Dinas Wabup Simalungun, Bawaslu Desak Wartawan Melaporkan

Mobil Fortuner yang ditempeli stiker Calon Legislatif.

Simalungun, Lintangnews.com | Mobil Toyota Fortuner yang diduga mobil dinas Wakil Bupati (Wabup) Simalungun, Amran Sinaga dipakai berkampanye oleh oknum Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat nomor urut 4 Daerah Pemiliham (Dapil 3) Simalungun, Pendi Damanik, justru Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendesak wartawan melaporkan.

“Seandainya abang mau melapor.  Sebab, informasi awalnya kan di media. Jadi temuan itu gak pakai batas waktu,” ucap Bobby Dewantara Purba selaku Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Simalungun saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, pemanggilan terhadap wartawan yang direkomendasikan pihak Panwascam Bandar Masilam tujuannya untuk memintai keterangan sedikit. Ada tidak keterangan yang membuat cerah sedikit. Sementara dihadiri atau tidak, maka  itu persoalan wartawan.

“Kita kan hanya memintai keterangan sedikit. Ada gak keterangan yang membuat cerah sedikit. Gak mau hadir, itu persoalan abang. Tapi kami berhak untuk memintai keterangan pada siapapun yang mengetahui,” sebut Bobby.

Disinggung payung hukum atas adanya pemanggilan terhadap wartawan terkait pemberitaan dugaan pelanggaran berkampanye diduga kendaraan fasilitas milik negara, Bobby menuturkan, ada di Undang-Undang (UU). Kita berhak memintai ketetangan kepada siapapun yang mengetahui, baik itu kepada wartawan. Bagaimana kita mau klarifikasi. Abang buat berita, kami rekomendasi ke Kecamatan untuk dikerjakan,”” ujarnya terkesan berkelit.

Bobby menuturkan, bukan pemanggilan yang direkomendasikan. Menurutnya, itu hanya meminta klarifikasi kepada semua yang bisa dimintai keterangan. “Panwascam minta petunjuk sama kita. Iya bisa saja. Kalau abang tidak hadir dan tak masalah” capnya termasuk memanggil wartawan.

Sebelumnya, Bobby menerangkan, pihaknya sudah memintai klarifikasi ke Pemkab Simalungun. Hasilnya, Pemkab Simalungun membantah ada memiliki aset kendaraan Toyota Fortuner yang digunakan Caleg berkampanye.

Disinggung mengapa Bawaslu tidak memintai klarifikasi terhadap pihak Kepolisian , mantan Ketua Bawaslu, Bobby Dewantara Purba mengatakan tidak memiliki kewenangan.

Diduga mobil itu digunakan Pendi Damanik berkampanye ke perwiritan ibu-ibu di Huta III Nagori Bandar Tinggi, sehingga dapat terungkap legalitas kepemilikannya. (zai)