Galian C di Panca Arga Tak Miliki Ijin, Ini Penjelasan Dinas PMPTSP Asahan

236
Galian C jenis tanah diduga ilegal bebas beroperasi di Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Paca Arga.

Asahan, Lintangnews.com | Kegiatan galian C jenis tanah timbun diduga tidak memiliki izin produksi bebas beroperasi di Pasar II Desa Panca Arga, Kecamatan Rawan Panca Arga, Kabupaten Asahan.

Sementara itu keterangan dari warga setempat, Mail (45) galian C itu sudah lama beroperasi bahkan sudah hampir 1 bulan.

Dirinya menjelaskan, beroperasinya galian C itu tidak jauh dari lokasi sungai. Dan bisa dikhwatirkan bendungan sungai itu pecah akibat dikeruk menggunakan alat berat.

“Tanah yang dikorek menggunakan alat berat beko tidak jauh dari lokasi aliran sungai,” ungkap Mail saat ditemui, Kamis (14/11/2019).

Dia menambahkan, galian C itu dijual kepada pengusah cetak batubata di Asahan.

“Tanah itu langsung dijual kepada pengusaha cetak batu bata dengan harga yang tidak bisa ditentukan. Ini karena tergantung jarak tempuh dari galian sampai pengusaha batubata,” ujarnya .

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Asahan melalui Sekretaris, Jon Junaidi selaku Pejabat Pengelolan Informasi Dinas (PPID) saat dikonfirmasi melalui handphone (HP), pihaknya tidak mengetahui ada usaha galian C di Desa Panca Arga tersebut.

“Kami belum tau ada usaha galian C disitu,” ujar Jon Junaidi sembari mengatakan untuk pengurusan izin ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut)

Namun Jon mengatakan, sebelum izin usaha galian C keluar dari Provinsi Sumut, terlebih dahulu pengusah harus membuat izin lingkungan hidup dari DPMPTSP Asahan.

“Hingga saat ini kami belum ada menerima berkaspermohonan pembuatan izin lingkungan hidup dari pengusaha galian C itu,” katanya mengakhiri. (Heru)