Gejala Covid-19 dan Cara Pencegahannya di Kota Tebingtinggi

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan memimpin membahas penanganan Covid-19.

Oleh : Arwin Silangit

Gejala Covid-19 di minggu pertama yang paling umum muncul adalah demam, batuk kering dan kelelahan.

Gejala ini bisa mirip dengan flu biasa. Selain itu, ada juga beberapa gejala Covid-19 lain yang bisa muncul yakni, hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium aroma (anosmia).

Selanjutnya disebutkan di berbagai media jika usai India, Amerika Serikat dan Eropa, China mengklaim Virus Corona berasal dari jejak Covid-19 di makanan beku impor yang masuk ke Wuhan, China, termasuk dari Australia. Selama ini, kasus Covid-19 pertama diyakini muncul di pasar basah Wuhan.

“Karena wabah Virsu Corona yang meningkat di China ditemukan terkait dengan makanan beku impor, Eropa dan benua Amerika dilaporkan menemukan tanda-tanda virus itu lebih awal dari Wuhan. Itu menimbulkan hipotesis baru, apakah wabah awal di Wuhan berasal dari makanan beku impor,” kata peneliti penyakit Universitas Wuhan, Yang Zhanqiu, kepada Global Times.

Virus Covid-19 di Kota Tebingtinggi

Menurut siaran pers Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemko Tebingtinggi yang disebutkan Wali Kota, Umar Zunaidi Hasibuan, jika per tanggal 6 Juli 2021 sesuai data dari Dinas Kesehatan (Dinkes), jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif 35 orang, meninggal dunia 54 orang, sembuh 710 orang, dan selesai masa pantau/tracing 2.411 orang.

Berdasarkan data itu, maka angka kesembuhan sebesar 6,7 persen dan kesembuhan 88,9 persen. Sedangkan untuk penggunaan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat tidur di Rumah Sakit (RS) sebesar 38 persen atau sebanyak 49 tempat tidur  dari ketersediaan 129 tempat tidur .

Selain itu,Umar Zunaidi juga pernah  menyampaikan, Tebingtinggi harus mempersiapkan tempat penyimpanan vaksin satu pintu di Dinkes dan harus benar-benar sefty (aman) sesuai standar prosedur penyimpanan vaksin yang ditetapkan pemerintah.

Prihatin

Meski jumlah penderita Covid-19 terus mengalami penambahan, hingga kini Gedung TC Sosial di Jalan Rumah Sakit Umum Kota Tebingtinggi yang diperuntukan untuk tempat isolasi bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) belum sepenuhnya dipergunakan masyarakat dan pihak terkait,sehingga penyebaran Virus Corona semakin mengkhawatirkan. Padahal,anggaran yang dikeluarkan melalui APBD cukup besar.

Menurut Wali Kota, Gedung TC Sosial mampu menampung sebanyak 400 orang. Nantinya, warga yang diisolasi akan dijamin kebutuhan hidupnya selama 14 hari masa inkubasi. Tetapi jika warga enggan diisolasi disana, pihaknya akan melakukan isolasi secara mandiri di rumah, dengan mendapatkan pengawasan dari pihak Dinkes.

Cara Mengatasi dan Pencegahan Covid-19

Pasca terpapar ke orang yang terinfeksi Covid-19, maka lakukan tindakan berikut:

Hubungi penyedia layanan kesehatan atau hotline Covid-19 untuk mendapatkan informasi terkait tempat dan waktu untuk menjalani tes.

Taati prosedur pelacakan kontak untuk menghentikan penyebaran virus.

Jika tes tidak tersedia, tetaplah di rumah dan jangan lakukan kontak dengan orang lain selama 14 hari.

Selama masa karantina, jangan pergi ke kantor, sekolah, atau tempat-tempat umum. Minta lah seseorang mencukupi kebutuhan anda.

Jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, termasuk anggota keluarga anda.

Kenakan masker medis untuk melindungi orang lain, termasuk jika/ketika Anda perlu meminta perawatan medis.

Cuci tangan secara rutin.

Gunakan ruangan yang terpisah dari anggota keluarga lain dan jika tidak memungkinkan, selalu kenakan masker medis.

Pastikan ventilasi ruangan selalu baik.

Jika menggunakan kamar bersama orang lain, beri jarak antar-tempat tidur minimal 1 meter.

Amati diri anda sendiri apakah ada gejala apa pun selama 14 hari.

Segera hubungi penyedia layanan kesehatan jika Anda mengalami salah satu tanda bahaya berikut: sulit bernapas, sulit berbicara atau bergerak, bingung, atau merasakan nyeri di dada.

Tetaplah positif dengan terus berinteraksi dengan orang-orang terdekat melalui telepon atau internet dan rajin berolahraga. (***)