Gelar Konferensi Pers, Pemkab Samosir ‘Dihujani’ Pertanyaan dan Masukan

Konferensi pers Pemkab Samosir bersama wartawan yang dipimpin Plh Bupati, Jabiat Sagala.

Samosir, Lintangnews.com | Pemkab Samosir menggelar konferensi pers bersama para wartawan media cetak, online dan elektronik yang bertugas di daerah itu, Kamis (25/2/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rapat Pemkab Samosir itu dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Bupati, Jabiat Sagala, didampingi Asisten I, Mangihur Sinaga, Asisten II, Saut Situmorang, Asisten III, Lemen Manurung, Kepala Dinas Kesehatan, Ninpam Karo-Karo, Kepala Dinas Pendidikan, Ricardo Huta Julu, Kepala Dinas Tarukim, Ihut Simbolon dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Ada pun topik konferensi pers ini mengangkat 3 thema yakni, dinamika Pemkab Samosir, penanganan Covid-19 dan persiapan Hari Jadi ke 17 Kabupaten Samosir.

Pihak Pemkab Samosir ‘dihujani’ berbagai pertanyaan dan masukan dari para awak media. Seperti, pengelolaan anggaran Covid-19 dari Pemkab Samosir selama tahun 2021.

Lalu, tidak sinkrongnya hubungan wartawan dengan pihak Inspektorat, uang koran yang tidak dibayarkan oleh beberapa OPD dan penyerahan aset Pemkab Samosir yang selama ini digunakan Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya agar dikembalikan.

Selanjutnya menganggarkan dana pelatihan bagi wartawan yang dibidangi oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Wartawan juga mempertanyakan bagaimana roda pemerintahan Pemkab Samosir berhubung Plh Bupati saat ini jadi tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kajari) Samosir terkait dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 tahun 2020.

Para wartawan saat menghadiri konferensi pers yang digelar Pemkab Samosir.

Masukan lainnya agar Pemkab Samosir mengikutsertakan pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam rangka Hari Jadi ke 17. Selain itu, disinggung kendornya pengawasan dalam penanganan Covid-19 di pintu masuk Samosir. Terakhir, memperdayakan peranan Kepala Desa (Kades), sekaligus menjambatani  jika adanya perselisihan masyarakatnya demi menciptakan pemerintahan yang profesional.

Asisten II, Saut Situmorang mengatakan, kedepan akan ada Desa Aman di Samosir dan Satgas Desa dalam pencegahan Covid 1-9 yang didukung dari alokasi dana desa (ADD).

Sementara Asisten I Mangihut Sinaga menyampaikan, dalam menjaga pemerintahan yang berwibawa, pihaknya harus mengedarkan surat ke seluruh Desa agar bisa melaksanakan tupoksinya.

“Apabila ada masyarakatnya bersengketa jangan langsung langsung melaporkannya ke pihak Kepolisian, karena Kades dalam hal ini bisa memediasasikannya kepada tokoh masyarakat dan harus lebih mengedepankan budaya kita di Samosir,” sebutnya.

Mengenai aset Pemkab Samosir, Asisten III, Lemen Manurung menuturkan, saat ini pihaknya sudah menyurati (dalam proses) kepada Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya agar mengembalikan asset, termasuk ajudan dan supir sudah ditarik ke Sekretariat.

“Namun tidak tertutup kemungkinan jika aset Pemkab Samosir itu nantinya dilelang kepada mantan Bupati dan Wakil Bupati,” paparnya.

Plh Bupati, Jabiat Sagala saat menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka, dia menyatakan, selaku manusia akan mentaati peraturan yang ada di Indonesia. (Tua)