GMNI Sumut Kecam Tindakan Represif Kepolisian di Balikpapan

Ketua DPD GMNI Sumut, Faith Manalu.

Medan, Lintangnews.com | DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut, mengecam keras aksi represif pihak Kepolisian menyikapi unjuk rasa mahasiswa dalam rangka memperingati HUT Balikpapan ke 122 tahun beberapa waktu lalu.

Ketua DPD GMNI Sumut, Faith Manalu melalui pesan tertulisnya menyesalkan pemukulan yang dilakukan pihak Kepolisian  pada kelompok mahasiswa yang melakukan unjukrasa tersebut.

Saat diwawancarai di Sekretariat DPD GMNI Sumut di Jalan Kejaksaan, Medan, Selasa (12/2/2019), Faith Manalu menilai, sikap Kepolisian berlebihan terhadap pengunjuk rasa. Seharusnya Kepolisian lebih bersikap berprikemanusiaan dalam mengawal unjuk rasa tersebut.

“GMNI Sumut mengecam aksi represif yang dilakukan kepada kawan-kawan mahasiswa di Balikpapan. Seharusnya pihak Kepolisian berpedoman pada Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa (dalmas) yaitu,  dilarang bersikap arogan dan terpancing oleh perilaku massa. kemudian Dalmas dilarang melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur,” sebut Faith Manalu.

Menurutnya, dalam prosedur tetap (protap) sangat jelas, Dalmas dilarang melakukan tindakan kekerasan baik fisik dan non fisik seperti mengucapkan bahasa-bahasa kotor serta memprovokasi pengunjuk rasa. Yang paling terpenting, Dalmas harus  menghormati hak asasi setiap pengunjuk rasa.

Faith Manalu juga meminta kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk mencopot Kapolres Balikpapan dan Kapolda Kalimantan Timur.  Menurutnya, Kapolres dan Kapolda gagal menciptakan situasi yang aman, serta membungkam aspirasi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum. (rel)