GMNI Sumut Sebut 100 Hari Kerja Gubsu Jauh dari Harapan

Faith Manalu selaku Ketua GMNI Sumatera Utara.

Medan, Lintangnews.com | Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Sumatera Utara (DPD GMNI Sumut) menyampaikan evaluasi janji 100 hari kerja dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Ijeck) yang dianggap belum terlaksana dengan baik.

Hal ini disampaikan Faith Manalu selaku Ketua DPD GMNI Sumut melalui pesan tertulisnya, Rabu (2/1/2019).

Dijelaskan, GMNI Sumut mencatat ada 5 program prioritas yang dijanjikan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam 100 hari kerja setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 5 September 2018 lalu, yaitu, pembukaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pertanian (agraria).

Sayangnya, dalam 100 hari kerja dari kelima itu belum ada tanda-tanda akan terwujudnya Sumut yang bermartabat sesuai dengan jargon kampanyenya.

“Terkhusus di bidang pertanian, kami mencatat masih banyak konflik-konflik agraria yang menyebabkan Sumut tidak menjadi lumbung pangan nasional. Konflik agraria ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari Gubsu yang sebagian besar didominasi konflik horizontal antara masyarakat sipil dengan masyarakat sipil itu sendiri,” sebutnya.

Pihaknya menilai, agar tercapainya peningkatan daya saing produktivitas petani untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Sumut, maka Gubsu harus segera menyelesaikan konflik-konflik agraria di daerah itu sesuai dengan amanat Perpres Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

GMNI Sumut juga menyoroti pola komunikasi dari Gubsu yang terkesan arogan di depan publik, dengan berbicara blak-blakan sesuka hati tanpa memikirkan efek di kemudian hari.

“Yang perlu diingat bahwa Edy Rahmayadi saat ini adalah pemimpin masyarakat sipil bukan militer. Jadi sebaiknya Edy Rahmayadi berbicara di depan publik dengan tegas tanpa melukai perasaan orang lain,” urai Faith.

Ditambahkan, dari persoalan-persoalan di atas, GMNI dan masyarakat Sumut tetap berharap kepada Edy dan Ijeck agar bekerja lebih keras dan gigih sesuai janji politiknya. “Ini untuk mewujudkan Sumut yang benar-benar bermartabat,” tutup Faith mengakhiri. (rel)