Golkar Siantar Gelar Rapat Pleno Diperluas, Ini Arahan Ahmad Doli Tanjung

Plt Ketua Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung saat menghadiri rapat pleno diperluas Partai Golkar Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Partai Golkar Kota Siantar menggelar rapat pleno diperluas yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Doli Kurnia Tanjung, di Sekretariat Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, Jumat (21/6/2019)

Ahmad Doli mengatakan, rapat yang berawal dari inisiatifnya ini tak lain merupakan konsolidasi dan evaluasi di tubuh Partai Golkar, terkhusus para pengurus di tingkat DPD maupun Sumut.

“Siantar adalah pengurus daerah yang pertama mengundang saya untuk hadir melaksanakan rapat ini,” paparnya.

Dirinya juga mengajak para pengurus Partai Golkar Siantar membuat agenda untuk 5-10 tahun kedepan usai melaksana perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan pada bulai Mei lalu, sembari mengevaluasi kinerja dan hasil yang didapat dalam 5 tahun terakhir ini.

Menurutnya, dengan kecepatan pengurus membuat agenda yang akan dilaksana usai melaksanakan perhelatan Pemilu sangat penting, karena itu merupakan salah satu ukuran untuk kemenangan partai kedepannya.

Selain itu, Ahmad Doli menuturkan, pengurus Partai Golkar juga harus terus aktif dalam persoalan persoalan di tengah-tengah masyarakat.

“Kita harus aktif dalam dinamika dinamika di tengah-tengah masyarakat. Kenapa Partai Golkar tidak pernah keluar dari 2 besar, karena memang Partai Golkar terus berada di tengah-tengah masyarakat dalam mengatasi dinamika itu,” ungkapnya.

Prestasi urutan kedua yang mendapat kursi terbanyak di lembaga DPR RI pada Pemilu 2019 lalu, dikatakan Doly, merupakan hal mengejutkan bagi seluruh pengurus maupun pihak luar yang banyak memprediksi Partai Golkar akan jatuh. Apalagi mengingat banyaknya masalah-masalah yang menerpa para petinggi pengurus Partai Golkar selama 5 tahun terakhir ini.

Suasana rapat pleno diperluas Partai Golkar Kota Siantar.

Lanjutnya, prestasi yang didapatkan secara nasional tersebut, di Sumut yang memiliki nilai tertinggi dari lainnya. Sumut yang memiliki 33 Kabupaten/Kota, Parati Golkar mendapat 14 kursi Ketua Dewan dan 14 untuk Wakil Ketua.

Untuk Siantar, dinyatakan Doly, mengalami kenaikan hingga 1.000 suara, dari tahun 2014 sebanyak 19 ribu menjadi 20 ribu lebih di perhelatan tahun 2019.

“Memang naik, tettapi target tidak memenuhi. Begitupun, itu bukan hanya tanggung jawab dari Ketua Partai saja, tetapi semua pengurus,” kata Ahmad Doli.

Sementara itu, Ketua Partai Golkar Siantar, Mangatas M Silalahi menyatakan, target Pemilu 2019 bisa mendapatkan 6-7 kursi di DPRD Kota Siantar. Namun hanya bisa mendapatkan 5 kursi.

“Memang suara kita naik lebih dari 1.000, namun target tidak terpenuhi. Ini akan menjadi evaluasi serius bagi kita,” ungkapnya.

Dalam rapat pleno itu juga membahas persoalan siapa Calon Legislatif (Caleg) Golkar menjadi pemimpin di DPRD Siantar. Ini termasuk rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020.

Akhirnya semua pengurus DPD dan Pimpinan Kecamatab menyetujui Mangatas Silalahi yang akan menjadi pimpinan di DPRD Siantar. Menyangkut pelaksanaan Pilkada 2020 diserahkan sepenuhnya kepada Mangatas Silalahi untuk berkodinasi dengan pengurus DPD Sumut. (akbar)