Gunakan Hak Angket, Kepercayaan Publik pada DPRD Siantar Semakin Membaik

Rapat paripurna DPRD Siantar beberapa waktu lalu mengenai pemakzulan terhadap Wali Kota, Hefriansyah.

Siantar, Lintangnews.com | Rapat paripurna DPRD Kota Siantar yang digelar pada Jumat lalu, telah memutuskan mengusulkan pemberhentian Hefriansyah dari jabatan Wali Kota.

Saat ini, DPRD Siantar tengah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membawa keputusan tersebut ke Mahkamah Agung (MA).

Keputusan DPRD Siantar ini pun menuai apresiasi dari organisasi Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Cabang Kota Siantar, yang disampaikan Plh Ketua DPC, Dedi Wibowo Damanik saat diwawancarai wartawan, Minggu (1/3/2020).

“Kami mengapresiasi keputusan itu. Keputusan memakzulkan Hefriansyah dari jabatan Wali Kota Siantar. Ternyata para anggota dewan tidak masuk angin,” katanya.

Mengingat kondisi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPRD selama ini sangat lemah, melalui penggunaan hak angket itu kewibawaan lembaga dewan sudah semakin membaik.

Meskipun masih banyak di kalangan masyarakat yang masih pesimis. Namun masih lebih banyak masyarakat yang semakin optimis.

“Itu dapat kita saksikan di media sosial (medsos) jika lembaga DPRD dibanjiri dukungan dan dorongan untuk semakin lebih baik. Bahasa sebahagian masyarakat dan ingin kami sampaikan bahwa saat ini, DPRD periode 2019-2024 bukan kaleng- kaleng!. Mereka tegas dan setia selaku penampung aspirasi rakyat,” ujar Dedi.

Meski demikian, Himapsi berharap keputusan pemakzulan Hefriansyah untuk segera atau secepat mungkin dapat didaftarkan ke MA Himapsi akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

Apabila keputusan DPRD sudah masuk, Himapsi akan berkirim surat ke MA terkait menyampaikan sikap mendukung keputusan DPRD, dengan melampirkan sejumlah data pendukung tentang pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Hefriansyah.

“Surat itu nantinya akan menjadi pertimbangan bagi hakim dalam memutus perkara ini,” sebut Dedi.

Sebelumnya, Himapsi terus menerus menyerukan pemakzulan Hefriansyah mengingat banyak pelanggaran peraturan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan, salah satunya adalah penistaan terhadap etnis Suku Simalungun.

“Sakit hati Suku Simalungun yang selama ini dinistakan, disepelekan bahkan mencoba untuk mempusakakan, terbayar sudah dengan kekonsistenan para anggota dewan terhormat dalam menjalankan tugas dan menggunakan kewenangannya,” pungkas Dedi. (Elisbet)