Hadiri Musrenbang, Wali Kota Siantar Minta Dana Kelurahan harus Tepat Sasaran

Wali Kota Siantar, Hefriansyah saat memberikan pengarahan pada musrenbang Siantar Marihat.

Siantar, Lintangnews.com | Perangkat dan aparatur Kelurahan harus benar-benar memperhatikan penggunaan dana Kelurahan dan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Jangan bermain-main soal penggunaan anggaran. Penggunaan dana untuk Kelurahan sebesar Rp 450 juta harus transparan dan dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Wali Kota Hefriansyah saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Siantar Marihat, di aula kantor Camat Siantar Marihat, Kamis (28/2/2019).

Hefriansyah berharap, aparatur pemerintahan dan masyarakat menjalankan fungsi pengawasannya secara baik. Sehingga dana Kelurahan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Juga tepat sasaran, sehingga masyarakat benar-benar memperoleh manfaatnya.

Lebih lanjut, Hefriansyah mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan musrenbang dari tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota.

“Ini supaya masyarakat tau rencana mana yang akan terealisasi dan tertunda di setiap wilayah. Dan yang perlu diingat, musrenbang ini untuk pembangunan tahun 2020,” sebut Wali Kota.

Dalam hal implementasi dan pengawasan pembangunan, sambung Hefriansyah, masyarakat juga diberikan ruang dan diharapkan untuk terlibat secara proporsional. Sebab masyarakat merupakan subyek sekaligus obyek pembangunan.

“Saya mengajak semua yang hadir dalam forum musrenbang agar terus bekerja bersama-sama dan sama-sama bekerja. Ini untuk mencapai tujuan musrenbang, yakni penajaman, penyelarasan, dan kesepakatan untuk pembangunan Kota Siantar agar lebih Mantap, Maju, dan Jaya,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Siantar Marihat, Hendra TP Simamora melaporkan, usulan-usulan dari masyarakat dibagi menjadi 3 kategori. Ketiganya yaitu bidang infrastruktur, ekonomi dan sosial budaya.

Hendra menyampaikan, dalam musrenbang Kecamatan Siantar Marihat, usulan yang berasal dari Kelurahan akan disaring lewat skala prioritas. Usulan yang menjadi skala prioritas pada musrenbang tingka Kelurahan yaitu infrastruktur 173 usulan, ekonomi 24, dan sosial budaya 54, sehingga totalnya ada 251 usulan.

“Kemungkinan akan bertambah pada musrenbang tingkat Kecamatan, guna memenuhi aspirasi masyarakat yang belum terakomodir saat rembug di Kelurahan,” sebutnya. (rel)