Hari Kesaktian Pancasila di Tebingtinggi Dirangkai Pertemuan Bahas Pemilu

Foto bersama Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama Forkopimda usai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Kota Tebingtinggi memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018 dengan tema ‘Pancasila sebagai landasan kerja mencapai prestasi bangsa’ yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Muhammad Novel selaku inspektur upacara (irup), Senin (1/10/2018) bertempat di Lapangan Merdeka.

Tampak hadir Wali Kota, Umar Zunaidi Hasibuan bersama Forkopimda, Asisten dan Staf Ahli Pemko Tebingtinggi, dengan peserta upacara terdiri dari TNI, Polri, ASN dan para pelajar.

Acara diawali dengan pembacaan Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara. Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh Ketua DPRD, Muhammad Yuridho Chap,sekaligus penandatangan naskah.

Wali Kota saat diwawancarai menyampaikan, Hari Kesaktian Pancasila ini membuktikan Pancasila tetap eksis di Indonesia ini sebagai sebuah falsafah negara yang tidak bisa digantikan dengan apapun.

Umar Zunaidi menyatakan, bahwa untuk kedepan tidak boleh ada lagi penghianatan kepada bangsa dan negara, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi bagian yang harus diutamakan.

“Sebagai bangsa yang dalam satu bingkai negara Republik Indonesia sudah seharusnya peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Palu dan Donggala. Karena itu kita harus mengumpulkan dana untuk membantu mereka,” sebut Wali Kota.

Kegiatan dilanjutkan antara pertemuan Forkopimda dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan instani terkait guna terciptanya Pemilu 2019 yang aman, tertib dan damai di Tebingtinggi.

Dengan narasumber Wali Kota, Kapolres, Kajari, perwakilan Ketua KPUD dan Ketua Bawaslu Tebingtinggi.

Disampaikan Wali Kota, netralitas bagi ASN dan perangkatnya sama sekali harus menjadi perhatian yang serius, serta ikut mengkampanyekan keluarganya sendiri, termasuk isteri atau suami.

Diingatkan Wali Kota, jika Camat dan Lurah menjadi ujung tombak Pemko harus dan wajib membantu KPUD sebagai penyelenggara Pemilu untuk sukseskan Pemilu 2019.

Sementara Kapolres AKBP Sunadi menyatakan, deklarasi mengenai narkoba harus ditingkatkan lagi. Karena sebagian besar penghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) adalah pecandu narkoba yang menjadi salah satu penyebab anggaran pemerintah habis untuk menangani masalah ini dan menjadi sumber maraknya tingkat kejahatan.

“Mengenai Pemilu 2019, mari kita bersama-sama untuk mendeklarasikan agar pemilu yang akan datang bisa berjalan dengan baik dan damai,” sebutnya.

Sedangkan Kajari menyampaikan agar bersatu padu dan jangan sampai kita bercerai berai, serta mengajak mari bersama-sama menciptakan suasana damai yang konduif dan sukses untuk Pemilu 2019 mendatang. (purba)