Hari Lahir Pancasila, GMNI Siantar Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan 

Ketua DPC GMNI Siantar, Samuel Tampubolon.

Siantar, Lintangnews.com | Pancasila sebagai dasar negara yang pertama kali disebutkan oleh Presiden Soekarno menjadi awal dari lahirnya ideologi negara pada 1 Juni 1945.

Ini kemudian disusul Piagam Jakarta dan ditetapkannya Undang-Undang Dasar Negara pada 18 Agustus 1945 yang menjadi landasan negara.

Ditengah berbagai dinamika politik pasca Pemilihan Umum (Pemilu) yang kian mengarah kepada upaya perpecahan sesama anak bangsa, diharapkan seluruh elemen bangsa untuk tetap memelihara, serta senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Ini sebagai bentuk sikap kebangsaan yang saling menghormati perbedaan dan keberagamaan masyarakat bangsa Indonesia. Ini tertuang dalam sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia,” ucap Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Siantar, Samuel Tampubolon, Sabtu (1/6/2019) .

Samuel menegaskan, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia. Jauh lebih baik bagi masyarakat Indonesia yang bhineka dibandingkan ideologi lain dari luar, seperti liberalis komunis maupun khilafa yang akhir-akhir ini terus dimunculkan.

Dirinya juga menyerukan semua lapisan masyarakat Indonesia, sudah sepatutnya  untuk terus mengelorakan Pancasila, sehingga tak hanya sebatas acara semonial saja.

“Tetapi lebih dari itu kita harus mampu mengamalkannya, sehingga tidak akan pernah mengalami amnesia sejarah. Seperti amnesia kepada sejarah ideologinya dan amnesia terhadap tokoh-tokoh bangsa sebagai bentuk upaya untuk terus menjaga memori kolektif bangsa Indonesia melawan lupa,” terangnya.

Ditambahkan Samuel, hal ini sebagai pengingat dari satu kutipan Soekarno ‘Apa yang ku perbuat hanyalah menggali lagi mutiara lima dari bumi Indonesia itu dan mutiara lima ini kupersembahkan kepada bangsa Indonesia yang merupakan lima dasar dari Pancasila.

Samuel mengajak semua pihak untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, karena sejatinya perilaku Pancasila adalah mempersatukan, bukan memisahkan. (elisbet)