Hati-Hati, Caleg Peraih Suara Terbanyak DPRD Siantar Bisa Tak Dilantik

Komisioner KPUD Siantar Divisi Hukum dan Pengawasan, Christian Benny Panjaitan. 

Siantar, Lintangnews.com | Partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Siantar wajib menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Siantar menyatakan, bila tidak menyerahkan, maka Caleg yang terpilih dari parpol tidak akan dilantik.

“Laporan akhir dana kampanye atau LPPDK kalau tidak diserahkan, maka keterpilihannya Caleg bisa dibatalkan,” sebut Komisioner KPUD Siantar Divisi Hukum dan Pengawasan, Christian Benny Panjaitan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/4/2019).

Dijelaskannya, dalam aturan peserta Pemilu yang tidak menyerahkan laporan awal dana kampanye dapat dibatalkan sebagai peserta. Sedangkan jika tidak menyerahkan laporan akhir tidak dapat ditetapkan keterpilihannya.

Benny meminta peserta Pemilu di Siantar dapat mematuhi jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, peserta Pemilu juga diminta untuk memperhatikan kelengkapan laporan.

“Kita juga sudah menyurati parpol untuk segera menyerahkan LPPDK nya, mengingat tenggat waktu yang semakin sempit,” terangnya.

Ia mengungkapkan, sampai sejauh ini belum ada satu pun parpol yang menyerahkan laporan dana kampanye nya.

“Kemarin sudah kita sepakati dengan parpol, tenggat waktunya sampai tanggal 1 Mei. Kalau secara nasional itu tanggal 2, namun kalau tanggal segitu kita sudah serahkan ke Medan. Sehingga mohon dipatuhi, serahkan tepat waktu jangan sampai terlambat,” tutup Benny.

Diketahui, peserta Pemilu yang wajib menyerahkan LPPDK, yaitu mulai dari capres-cawapres, tim kampanye, parpol, hingga Caleg. LPPDK itu paling lambat 15 hari setelah hari pencoblosan 17 April lalu atau 2 Mei 2019. (elisbet)