Pospera Sumut Pertanyakan Penanganan Kasus PKK Tobasa ke Kejatisu

Aksi demo Pospera Sumut di kantor Kejatisu.

Medan, Lintangnews.com | Adanya dugaan penyalahgunaan perjalanan ibu-ibu PKK Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) ke Lombok, membuat Dewan Mahasiswa DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumatera Utara mempertanyakan kasus itu ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin (29/4/2019).

Rimhot Pasaribu sebagai koordinator dan orator mengatakan, pihaknya ingin mengetahui penanganan kasus itu dan sudah sejauh mana perkembangannya.

“Kalau memang kasus itu sudah dihentikan pengusutannya, jelaskan secara terbuka ke publik. Jangan didiamkan, rakyat Tobasa menunggu,” tegas Rimhot.

Seperti diketahui, dugaan penyelewengan bermula ketika rombongan ibu-ibu PKK dari Tobasa dipimpin Ketua Tim PKK Tobasa melakukan kegiatan di Lombok pada akhir tahun 2016 lalu.

Rencanaya awal kegiatan berlangsung selama 3 hari diperpendek menjadi 1 hari. Dua hari lainnya digunakan berwisata ke Bali.

Sesuai prinsip penggunaan anggaran, ungkap Rimhot, jika tindakan rombongan PKK itu merupakan penyimpangan. Ini terbukti sudah ada pengembalian uang negara sebesar Rp 30 juta ke Kejaksan Negeri (Kejari) setempat.

“Kejaksaan harus menjelaskan secara tegas, apakah kasus ini mau dilanjutkan atau sudah dihentikan. Apabila pihak Kejatisu tidak juga menanggapi dalam 1 minggu, kita pastikan akan dilakukan aksi dengan massa yang lebih besar lagi,” pungkas Rimhot.

Sementara itu diketahui, titik awal aksi dilakukan Pospera dari Jalan Organ Pasar 3 Padang Bulan menuju kantor Kejatisu dengan mengendarai sepeda motor. (asri)