Ngaku Sebagai Customer Call BNI, Warga Jalan Nagur Rugi Rp 16 Juta Lebih

Korban penipuan Sri didampingi suaminya Wandi saat berada di Polres Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Sri (57) menjadi korban penipuan oknum yang diduga mengaku sebagai Customer Call BNI.

Akibat penipuan itu, warga Jalan Nagur, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara ini mengalami kerugian sebesar Rp 16 juta lebih.

Penipuan ini bermula ketika Sri menerima panggilan seluler dari nomor 081218125565 yang berdalih sebagai Customer Call BNI atas nama Aditya Reza,pada Kamis (25/4/19) lalu.

Saat itu keduanya berkomunikasi melalui telepon seluler. Lalu pelaku merayu Sri agar membayar SMS Bangking senilai Rp 150 ribu. Namun karena terlalu mahal,korban pun sontak memprotes biaya tersebut. Hal itu tidak membuat pelaku ketakutan dan kekurangan akal.

Namun, pelaku malah balik mengancam, apabila tidak mau ikut arahannya, akan dikenakan SMS Bangking setiap bulan Rp 150 ribu setiap bulannya.

Mendengar ancaman itu, Sri terkena sugesti. Saat itu juga, korban mulai mengikuti arahan pelaku agar tidak mematikan telepon selulernya.

Korban pun diarahkan ke mesin ATM yang berada dekat dengan rumah nya, persisnya di mesin ATM Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Jalan Merdeka. Setiba di lokasi, korban pun melakukan transaksi dari rekening miliknya ke rekening atas nama Kanti Santiwanti dan Yohanes Maryono.

“Saya tidak kenal dengan nama rekening yang dirransfer itu. Saya tidak sadar diarahkan sama penipu itu. Selama diarahkan, handphone (HP) saya tak boleh mati. Saat di ATM langsung saya transfer 3 kali dengan jumlah berbeda dan struk pengiriman pun disimpan. Jadi totalnya saya transfer sebesar Rp 16.797.882,” ungkap Sri, Senin (29/4/2019).

Usai melakukan transaksi, berselang beberapa jam korban pun menyadari dirinya telah ditipu. Selanjutnya Sri bersama suaminya ke mesin ATM BNI mengganti pin ATM. Karea masih merasa khawatir, Sri dan anaknya menghubungi BNI Call Center untuk memblokit kartu ATM dan kartu kredit miliknya.

“Malamnya saya ganti pin ATM. Kemudian saya hubungi BNI Call Center 1500046 untuk memblokit kartu kredit. Saat berkomunikasi dengan operator disebut juga ada transaksi yang dilakukan sebanyak 3 kali,” ucap Sri.

Merasa dirugikan, Sri didampingi suaminya Wandi membuat laporan pengaduan (LP) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Siantar.

“Sudah 2 kali datang ke SPKT bersama anak saya, namun hanya sebatas konsultasi dan dibuatkan surat permohonan pemblokiran rekening pelaku. Baru tadi lah direspon,” sebutnya.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Siantar, Iptu Resbon Gultom saat dikonfirmasi membenarkan korban sudah membuat laporan dan telah dimintai keterangan.

“Nanti kita akan berkoordinasi ke Polda Sumatera Utara (Poldasu) untuk melacak pelaku penipuan tersebut,” ucapnya. (irfan)