Help Portrait Siantar 2019 Berbagi Kasih dengan Anak Berkebutuhan Khusus

27
Seluruh panitia saat berfoto bersama dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Siantar, Lintangnews.com | Setelah selama 3 kali berturut-turut bersama anak-anak di panti asuhan, tahun 2019 ini Help Portrait Siantar berbagi kasih dengan 51 orang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau disabilitas dari Yayasan Kita Serupa.

Kegiatan digelar di Greenland Cafe (Hotel Humanitas), Jalan Asahan No 103, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/12/2019).

Salah seorang penanggung jawab kegiatan, Fozie Fho menerangkan, Help Portrait Siantar tahun ini merupakan kali keempat digelar. Setiap tahunnya, kata dia, senantiasa dilaksanakan atas ide kawan-kawan dari berbagai profesi yang terkumpul dalam satu komunitas di Siantar.

“Dengan agama yang berbeda untuk menjalin tali silaturahmi dan tetap menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin erat di Siantar,” ujar pria yang berprofesi sebagai fotografer tersebut.

Diterangkan Fozie, Help Portrait Siantar Fun and Care 1 Desember 2019 berbagi kasih dengan 51 orang ABK dari berbagai tipe (autism, down syndrome, hydrocephalus, sydrome rubella, tuli, bisu, dan buta) dari Yayasan Kita Serupa.

Lazuardi Fahmi yang juga penanggung jawab kegiatan menambahkan, dalam acara Help Portrait masing-masing mengambil peran. Sejumlah hairstylist dan make up artist (MUA) merias anak-anak. Sementara fotografer mengabadikan foto anak yang selanjutnya dicetak, diberi pigura, dan diberikan kepada anak-anak tersebut.

“Sedangkan teman-teman musisi Siantar yang menghibur anak- anak disabilitas. Lalu acara hiburan diisi oleh talent-talent yang bekolaborasi dengan anak-anak berkebutuhan khusus, dilanjut berbagai game activity,” jelas pria yang akrab disapa Pamai.

Salah seorang relawan dari MUA, Indra MW mengatakan, Help Portrait merupakan acara yang bagus dan penuh makna sosial yang tinggi.

“Para relawan memberikan waktu, semangat, dan inspiratif dengan hati kita. Doakan acara di tahun-tahun ke depannya lebih bagus dan lebih baik lagi,” ujar Indra.

Ditambahkan Charis Martin yang merupakan volenteer, secara pribadi ia mengaku senang bisa berperan dalam kegiatan tersebut.

“Di acara ini, kita bisa merasakan semangat berbagi kawan-kawan dari berbagai lintas profesi. Juga merasakan kebahagiaan bersama anak-anak disabilitas ketika berbagi dalam acara Help Portrait. Harapannya ke depan, acara ini tetap dibuat kembali dengan lebih kreatif lagi, lebih banyak orang-orang yang merasakan hidup berarti karena kegiatan ini. Ajak lagi banyak relawan untuk berbagi. Menginspirasi Siantar dalam keberagaman,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Rudi alias BC. Dikatakannya, kegiatan tersebut sangat bagus.

“Kita bisa lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan ini dan senang bisa berbagi keceriaan kepada adik-adik dan saudara-saudara kita. Ini harus dikembangkan lagi dengan konsep yang lebih mengantusias untuk mengajak pihak donatur bekerja sama dengan kita,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan pembagian foto dan bingkisan yang diterima langsung oleh ABK, dilanjutkan foto bersama.

Salah seorang ABK, Melati mengaku, senang ketika menerima fotonya. Ia langsung memeluknya erat.

Kegiatan yang Help Potrait 2019 lakukan bersama ABK sangat berarti bagi anak dan keluarga ABK. ABK dan keluarga sering kali mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari masyarakat yang kadung berpandangan negatif tentang ABK.

Namun dengan adanya kegiatan ini membuka prespektif baru bagi masyarakat bahwa ABK dapat berinteraksi dengan siapa saja. Tidak berbahaya dan tidak menular. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa ABK sama seperti anak-anak lainnya, butuh berinteraksi, bersosialisasi, bermain, menikmati musik dan suka difoto. (Eisbet)