Iman Irdian Saragih Jemput ‘Asmara’ di Kelurahan Tualang

Wakil Ketua DPRD Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih menyerahkan bantuan beras pada warga.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Wakil Ketua DPRD Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih jemput ‘asmara’ atau aspirasi masyarakat di Kelurahan Tualang, Kecamatan Padang Hulu, Jumat ( 3/12/2021).

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Bajenis dan Kecamatan Padang Hulu itu melakukan reses ketiga tahun 2021.

Saat melakukan reses,  Ketua PDI-Perjuangan Tebingtinggi itu didampingi Sekretaris Camat (Sekcam), Kaharuddin, Lurah Tualang, Amri Damanik, Babinsa dan Bhabinkantimas dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam jemput ‘asmara’ itu umumnya menggeluhkan kondisi banjir setiap tahun hampir 2 kali terjadi. Kepala Lingkungan (Kepling) I, Jetro Siahaan dan Kepling IV, Romin Jaya meminta agar di sejumlah titik dibangun tembok penahan pada tahun 2022 mendatang.

Bahkan, di Lingkungan I Sungai Bahilang di Jalan Sisinggamangaraja, tanah warga sepanjang 600 meter terjadi longsor hampir 3 meter.

Sementara itu, Kepling III diwakili Suwito meminta agar 100 meter di lingkungan mereka dibronjong. Termasuk mengaku peredaran narkoba mulai tinggi di daerah mereka.

Mendengar permohonan warga, Iman Irdian yang disapa Dian ini mengaku, akan menperjuangkan pembangunan bronjong yang belum tersentuh pembangunan, apalagi sejumlah ruas tanah warga di sepanjang Sungai Bahilang longsor. Bahkan, akan memperjuangkan anggaran hingga ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Tentang peredaran narkoba, saya juga akan bekerja sama dengan pihak BNN dan Polres Tebingtinggi melakukan penyuluhan ke masyarakat,” sebutnya.

Mengenai pemberitaan adanya beras miskin (raskin) yang ‘hilang’, sehingga warga tidak lagi menerimanya, Dian menilai, kemungkin ada kesalahan pendataan tahun sebelumnya. Untuk itu perlu ada koordinasi dari Kepling dan Lurah.

Sebelum menutup reses, Dian menyerahkan bantuan UMKM, KIP dan beras kepada warga. Dia juga menyampaikan, harus peduli terhadap pendidikan dan penggunaan kartu BPJS Kesehatan yang nilainya tahun depan mencapai Rp 18 miliar. (Purba)