
Siantar, Lintangnews.com | Pemko Siantar di bawah kepemimpinan Wali Kota, Susanti Dewayani dinilai sangat mendukung perayaan-perayaan hari besar keagamaan di daerah itu.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, saat umat Kristiani melaksanakan perayaan Hari Natal, Susanti bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengunjungi sejumlah gereja-gereja. Begitu juga saat kebaktian malam pergantian tahun 2022.
Ow Herry Darmawan selaku tokoh masyarakat dari etnis Tionghoa menuturkan, Susanti merespon dengan baik kegiatan-kegiatan hari besar keagamaan di Siantar.
Herry sedikit menceritakan soal respon positif dari Wali Kota terkait hari besar etnis Tionghoa, tentang sebuah kerinduan dengan adanya barongsai.
“Seperti semalam, ada kegiatan bola basket, Wali Kota hadir. Beliau senang melihat atraksi barongsai. Beliau mengatakan, kalau bisa muncul barongsai di acara Imlek Fair itu, alangkah indahnya Siantar ini. Itu disebutkan Wali Kota sudah lama nggak melihat barongsai. Karena kalau melihat barongsai, beliau langsung ingat Imlek. Artinya beliau mendukung suasana Imlek itu,” tutur Herry, Rabu (11/1/2023).
Ia mengutarakan, kegiatan Imlek Fair ini sudah 5 tahun dilaksanakan dari tahun 2015 sampai 2019 dan tidak ada kendala. Namun belakangan ini terkendala karena Covid-19,” ujarnya.
Perintis kegiatan Imlek di Siantar itu mengutarakan, pemerintah mendukung kegiatan Imlek yang selama ini terlaksana.
Ia menambahkan, kegiatan Hari Raya Imlek tahun 2023 seandainya dilaksanakan di Jalan Bandung, masyarakat sangat mendukung, asalkan tidak mengganggu usaha warga sekitar.
“Kalau dulu, saya mendekati masyarakat sekitar secara persuasif,” sebut mantan anggota DPRD Siantar ini.
Herry menambahakan, kegagalan Imlek Fair tahun ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Menurutnya, kalau mau melaksanakan kegiatan itu, panitia harusnya berkoordinasi dengan para pihak yang berkepentingan, terutama melakukan pendekatan persuasif ke masyarakat.
“Pemerintah, yang saya tau, menyarankan agar mencari tempat yang memadai, tidak mengganggu dan tidak melanggar aturan,” tuturnya.
Disinggung terkait munculnya tudingan intoleran sekaitan dengan kegagalan pelaksanaan Imlek Fair, Herry menilai, hal itu sangat berlebihan.
“Terlalu jauh lah itu, janganlah sampai, kita menjelek-jelekkan kota kita sendiri. Karena saya rasa, kita belum sampai ke situ (intoleran),” sebutnya.
Dia juga turut menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Siantar agar tetap menjaga toleransi di daerah itu. (Rel)


