
Siantar, Lintangnews.com | Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Siantar, Susanto menegaskan, pihaknya tidak ada menyebutkan, Wali Kota, Susanti Dewayani telah melakukan tindakan intoleran terkait pembubaran bazar Imlek Fair tahun 2023 di Jalan Perintis Kemerdekaan beberapa hari lalu.
Susanto pun mengakui, Walubi Siantar sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan bazar tersebut.
“Kita sama sekali tidak ada terlibat dalam bazar itu,” tegas Susanto, Rabu (11/1/2023).
Menurut Susanto, sejauh ini sepengetahuannya tidak ada etnis Tionghoa di Siantar yang menyebutkan Susanti intoleran karena membubarkan kegiatan bazar tersebut.
“Yang saya ketahui, tidak ada dari etnis Tionghoa yang menyebutkan Wali Kota intoleran,” tukas Susanto yang sudah 2 periode memimpin Walubi Siantar.
Susanto justru mengapresiasi Susanti yang sampai saat ini masih menghargai toleransi di Siantar yang senantiasa hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan, khususnya kegiatan umat Buddha.
“Ibu Wali Kota dan Ketua Dekranasda hadir dalam kegiatan bhakti sosial (baksos) Imlek yang digelar Walubi serta Lions Club Indonesia Siantar di aula Perguruan Sultan Agung, Minggu (8/1/2023) lalu. Kita mengucapkan terima kasih atas kehadiran itu, yang membuktikan Wali Kota menghargai toleransi,” tukasnya.
Dia juga mengimbau agar etnis Tionghoa di Siantar tetap menjaga kerukunan dan memelihara toleransi. Ini termasuk jangan mudah mempercayai dan terpengaruh informasi hoax.
“Mari kita sama-sama menjaga kerukunan dan memelihara toleransi di Siantar. Ini agar Siantar tetap kondusif dan kita merasa aman serta nyaman bekerja maupun berusaha,” ajak Susanto. (Rel)


