Ini Alasan Warga Bandar Selamat Protes Pembuatan Parit Gunakan Dana Desa

Material pembuatan parit yang ditumpuk di bahu jalan Gang Masjid dan suasana pertemuan di ruang Harungguan Nagori Bandar Selamat serta Kaur Pembangunan Nagori Bandar Selamat, Sariadi.

Simalungun, Lintangnews.com | Warga Huta VI Sumber Sari Nagori Bandar Selamat, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, protes atas tindakan Pemerintahan Nagori (Pemnag) melakukan pembangunan tanpa terlebih dahulu melakukan sosialisasi, Rabu (18/5/2022).

Ditemui di lokasi, puluhan warga mengaku kaget sekaligus kecewa, karena tiba-tiba datang material disusul pekerja yang melakukan pematokan di badan jalan Gang Masjid yang dikatakan akan dilakukan pembangunan parit.

“Kami tidak setuju pembangunan parit dari Gang Masjid sampai batas Pasar Baru, karena akan mengakibatkan  banjir serta longsor di pemukiman warga. Juga akibat tidak disosialisasikan lebih dulu,” protes warga diwakili W Situmorang.

Sementara Gamot (Kepala Lingkungan) Iwan Damanik mengklaim, pelaksanaan pembangunan sudah melalui tahapan. Bahkan dikatakan, sosialisasi sudah dilakukan kepada warga. Namun Iwan tidak menjelaskan warga mana yang dimaksud.

Tak puas dengan penjelasan Gamot, perwakilan warga mendatangi kantor Pangulu. Sayangnya, Pangulu tidak ada di kantor. Warga diterima Kaur Pembangunan Sariadi, Maujana, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Diakui Sariadi, perencanaan pembuatan parit di atas jalan Gang Masjid karena adanya aspirasi dari seorang warga. Meskipun orang dimaksud bukan warga Huta VI, mengingat Pemnag Bandar Selamat merupakan lembaga penampung aspirasi rakyat.

“Warga dimaksud merasa terganggu atas pembuangan air dari parit yang mengalir ke tanahnya. Kemudian Pemnag berinisiatif mengalihkan dengan membuat parit di badan jalan Gang Masjid,” jelasnya.

Namun, aksi yang terindikasi tutup hati pada warga Huta VI oleh Pemnag Bandar Selamat tidak lebih dulu melakukan atau mensosialisasikan ke puluhan Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di Gang Masjid tersebut.

Warga juga kecewa, karena Pemnag mengorbankan kenyamanan banyak masyarakat demi kepentingan satu orang, sehingga patut diduga ada kepentingan atau intervensi dalam pembangunan itu.

Dalam pertemuan itu, Pemnas berjanji akan mempertemukan warga yang pro dan kontra pada esok harinya untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. (Zai)