Ini Keluhan Pegawai Puskesmas Kesatria pada Komisi I DPRD Siantar

Sejumlah pegawai di Puskesmas Kesatria saat foto bersama dengan Komisi I DPRD Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Sejumlah anggota Komisi I DPRD Kota Siantar kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) di sejumlah Puskesmas.

Dalam kesempatan kali ini terungkap bahwa persediaan obat batuk dan anti virus tidak ada termasuk vitamin. Hal ini terkuak ketika, salah satu anggota Komisi I DPRD Siantar bertanya kepada Puskesmas Kesatria, Kamis (5/8/2021).

Risna Sitinjak selaku pejabat Apoteker didampingi Novalina Siagian sebagai pejabat di Poli Umum mengatakan, kekosongan obat dan anti virus sering kali membuat masyarakat kecewa.

“Kami butuh vitamin, khususnya untuk orang dewasa. Sementara sekarang ini tidak ada obat batuk dan obat anti virus. Obat batuk 2 bulan kosong,” sebut mereka berdua.

Senada ditambahkan rekannya Boru Sinaga jika Standard Operational Prosedural (SOP) pelayanan tidak jelas. Padahal hal iti penting guna mencegah para tenaga medis untuk tidak terpapar Covid-19.

“Harusnya semua tertulis, contohnya tugas Puskesmas itu apa, Kelurahan dan Satpol PP. Jadi jangan kemudian nanti hanya Puskesmas yang disalahkan, ” tuturnya.

Kepada Komisi I DPRD Siantar, sejumlah pegawai menceritakan apa yang kerap mereka alami jika turun ke masyarakat. Mulai dari kekecewaan masyarakat sampai Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak mencukupi.

“Dipikir masyarakat, kami bawa bantuan sembako padahal tidak ada. Masker saja cuma 12 kotak. Kadang kami beli APD sendiri,” keluh mereka.

Apa yang diutarakan para tenaga medis di Puskesmas Kesatria itu menimbulkan kekesalan sejumlah anggota Komisi I DPRD Siantar.

“Ini lah yang kami sayangkan karena obat batuk tidak ada. Jangan-jangan obat yang diberikan ke puskesmas 3 bulan sekali dan tidak lama kemudian sudah kadaluarsa, ” ujar Ilham Sinaga.

Tongam Pangaribuan juga turut mempertanyakan soal penanganan yang dilakukan pihak puskesmas kepada pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Menjawab itu, jajaran puskemas mengaku bahwa mereka hanya bisa memberikan obat-obatan dan vitamin. Namun kebutuhan itu tidak bisa disalurkan total, karena keterbatasan stok.

Ketua Komisi I, Andika Prayogi Sinaga sebelum menutup pertemuan meluapkan kekesalannya kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemko Siantar dengan sejumlah persoalan yang dikhawatirkan menjadi masalah besar nantinya.

“Bagaimana kita menyuruh orang diam di rumah selama 14 hari kalau tidak diberi makan. Gawat,” ucapnya dengan nada tinggi. (Elisbet)