Ini Kronologi Rafi Jatuh ke Irigasi Kerasaan dan Ditemukan Meninggal Dunia

Korban meninggal dunia saat disemayamkan di rumah duka.

Simalungun, Lintangnews.com | Terjatuh ke irigasi Kerasaan I Huta I Pasar Lama Nagori Syahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Rafi (7) warga Huta I Bawah Pasar Lama Nagori Syahkuda Bayu ditemukan meninggal dunia setelah tubuhnya terseret arus air sekira 200 meter.

Kapolsek Bangun, AKP Putra Jani Purba mengatakan, korban tewas setelah terseret arus air irigasi sekira 200 an meter, Sabtu (19/1/2019) sekira pukul 16.30 WIB.

Sebelumnya diketahui anak dari Adin Rahadin (37) itu bersama temannya yakni, Fadli, Ramadan dan Fatan bermain ayun – ayunan di atas jembatan irigasi yang terbuat dari papan. Tiba-tiba korban dan Fadli jatuh ke dalam irigasi hingga hanyut terbawa arus air.

“Melihat keduanya terjatuh, 2 orang temannya menjerit minta tolong. Kemudian masyarakat berdatangan dan menolong. Namun hanya berhasil menolong Fadli. Sedangkan Rafi Anwar tidak kelihatan dan sudah dibawa arus air,” sebut AKP Putra.

Tubuh korban pun ditemukan sekira 200 meter dari titik jatuhnya. Ternyata korban ditemukan sudah tak bernyawa. Selanjutnya korban dibawa ke klinik Dokter Jenggot di Pamatang Asilom guna memastkan apakah sudah meninggal dunia.

Dan dipastikan sudah meninggal dunia, selanjutnya mayat korban dibawa kerumah orangtuanya di Huta I Bawah Pasar Lama Nagori Syahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela. Keluarga korban tidak keberatan atas kematian korban.

Pihak keluarga akhirnya meminta tidak perlu dilakukan penanganan Kepolisian karena korban telah dipastikan meninggal dunia karena hanyut.

Hasil pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkatra (TKP), jembatan papan hanya 1 keping dan goyang serta kedalaman air sekira 2 meter dan arusnya dapat menghanyutkan anak-anak. (zai)