Ini Penyebab Kapal Wisata Pemkab Samosir Rusak dan Terendam Air

Kapal wisata milik Pemkab Samosir dievakuasi ke Huta Lumban Gurning di Tomok, Kecamatan Simanindo.

Samosir, Lintangnews.com | Kapal wisata yang dibangun dari APBD Kabupaten Samosir tahun 2017 dengan pagu anggaran sebesar Rp 2,3 miliar menjadi viral dibicarakan di tengah-tengah tengah masyarakat.

Hal ini juga menjadi perhatian serius Ketua Komisi III DPRD Samosir, Pantas Lasidos Limbong yang membidangi sektor pariwisata dan pembangunan infratruktur.

“Rusaknya kapal wisata milik Pemkab Samosir itu perlu dipelajari apa penyebabnya dan secepatnya agar diperbaiki supaya dapat beroperasi kembali. Ini mengingat kapal ini juga salah satu ikon wisata Samosir,” sebutnya via telepon seluler, Senin (6/9/2021).

Pantas menambahkan, laporan yang diterimanya jika Dinas Pariwisata (Dispar) telah mengambil langkah cepat mengangkat kapal itu guna dievakuasi ke Huta Lumban Gurning di Tomok, Kecamatan Simanindo.

Hot Raja Sitanggang selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkab Samosir mengatakan, setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) kapal wisata itu sebesar Rp 587.600.000 dari tahun 2018 sampai 2021.

“Bahkan tahun 2021 masih menyetorkan PAD Rp 13.500.000 dari Rp 587.600.000,” ujarnya kepada wartawan.

Sesuai informasi yang dihimpun awak media di lokasi, Senin (6/9/2021) sekira pukul 16.15 WIB, jika penyebab kapal wisata itu nyaris tenggelam diakibatkan selang hisap pendingin radiator lepas dihantam ombak yang berada di lambung kapal wisata. Akibatnya sumber air mengalir dari selang yang terlepas itu. (Tua)