Ini Penyebab Polisi Urung Tangkap Truk Bermuatan Kayu Gelondongan dari Sihaporas

Truk pengangkut kayu gelondongan

Simalungun, Lintangnews.com | Truk mengangkut puluhan batang kayu gelondongan gagal diamankan aparat Kepolisian dari Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

“Sebenarnya sudah sempat datang polisi langsung ke Sihaporas, setelah diberitahu warga. Tapi, gagal diamankan,” ungkap seorang sumber saat ditemui, Sabtu (18/1/2020).

Informasi diperoleh, truk mengangkut puluhan kayu gelondongan gagal diamankan personil Kepolisian karena dilarang dan sekira 4 hari lalu atau Rabu (15/1/2020).

“Yang hari Rabu itu mau diamankan, tapi dilarang sama humas perusahaan kertas marga Sibuea dengan alasan lahan konsesi mereka di sana,” jelasnya sembari minta dirahasiakan.

Jumlah truk mengangkut kayu gelondongan sekira 4 unit dan awalnya diamankan petugas security. “Awalnya yang mengamankan security. Kemudian diamankan polisi karena diberitahu warga,” jelasnya.

Selain itu, diduga puluhan kayu gelondongan berasal dari kawasan hutan lindung yang berdekatan dengan lahan konsesi salah satu perusahaan kertas dan saat ini sedang melakukan replanting.

“Ketepatan di lahan konsesi perusahaan itu lagi replanting. Dugaan, di samping replanting, dimainkan kayu dari hutan. Kan berdekatan lahan konsesi sama kawasan hutan,” kata sumber.

Sementara, pengusaha dari kayu gelondongan yang diangkut truk itu dikenal bernama Mak Tegar. “Pak Tegar sama Mak Tegar. Ada juga dari Kisaran, Kabupaten Asahan. Sekarang, sudah di police line atau dipasang garis polisi,” ujarnya.

Kemudian, kayu gelondongan dibawa ke kilang sawmil UD Ramin di Jalan Asahan Km 3,5, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

“Dibawa ke tempat si Enro (UD Ramin) kayunya untuk diolah menjadi broti dan papan. Kan di sana kilang sawmil. Jadi, ke ana sering dibawa. Kayu campuran lah, dugaan dari hutan,” bebernya.

Kanit Tipiter Satuan  Reskrim Polres Simalungun, Ipda Boby saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (18/1/2020) sekira pukul 17.56 WIB menyampaikan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). “Itu dari Polda,” tulisnya.

Terpisah, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Siantar, Djonner Sipahutar saat coba dikonfimasi wartawan via telepon seluler, tak ada jawaban. Pesan singkat yang dilayangkan lewat pesan WhatsApp (WA) hanya ceklis dua warna biru. (Zai)