Ini Tujuan 36 Kepala Desa di Taput Ikuti Bimtek ke Bali

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Taput, Donny Simamora.

Taput, Lintangnews.com | Sebanyak 36 orang Kepala Desa (Kades) dari  Kecamatan Adian Koting dan Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melakukan observasi lapangan sekaligus bimbingan teknik (bimtek) ke Bali.

Para Kades itu observasi lapangan ke Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali untuk menimba ilmu bagaimana pembentukan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ditemui di ruang kerjanya Jumat (20/9/2019), Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Pemkab Taput, Donny Simamora menyebutkan, para Kades sedang belajar ke BUMDes bertaraf nasional.

Diterangkan Donny, BUMDes Desa Kutuh diketahui mempunyai omset sebesar Rp 50 miliar per tahun dengan 9 unit usaha yang dikelola.

Melihat itulah para Kades di Taput perlu observasi langsung mengenai pembentukan dan pengelolaan BUMDes. Ini termasuk mengenali potensi di Desa yang bisa dikembangkan sebagai unit usaha dari BUMDes untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat.

Menurut Donny, para Kades harus bisa presentase langsung dengan masyarakatnya ketika sudah kembali dari Bali. Bukan hanya menceritakan keindahan Pulau Dewata, atau menunjukkan foto foto selfi, sebab mereka bukan mau pelesiran.

“Mereka (Kades) di Desa Kutuh untuk belajar langsung bagaimana mengelola BUMDes, serta mengenali potensi Desa, bukan untuk pelesiran,” ungkapnya.

Donny mencontohkan beberapa potensi yang dapat dikembangkan, seperti wisata arung jeram di Kecamatan Pahae Julu di Sungai Batang Toru. Pasalnya ketika Desa bisa mengembangkan potensi itu dengan pengelolaan yang baik, maka akan meningkatkan perekonomian warga.

Sambung Donny, sudah disarankan ketika para Kades kembali, maka warga harus dikumpulkan untuk presentase apa yang mereka dapat selama di Bali.

Diketahui sejak Senin (16/9/2019) sebanyak 36 orang Kades itu melakukan observasi ke Desa Kutuh selama 3 hari. (pembela)