Humbahas, Lintangnews com | Panen jagung dari Kelompok Tani (Poktan) Barisan Nauli dari Desa Hutasoit I bersama Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor bisa menghasilkan 7 ton per hektar bahkan lebih.
Hal ini merupakan hasil ubinan Dinas Pertanian (Distan) pada panen tersebut, Senin (2/10/2023).
Peralihan bertanam masyarakat Humbahas petani ‘gurem’ menjadi fokus pada bertanam jagung memakan waktu yang cukup lama.
Akan tetapi dengan sosialisasi dan kerja keras Dosmar bersama Distan dan jajarannya tidak sia-sia.
Masyarakat sudah memperoleh hasil dari bertanam jagung yang selama ini belum pernah dirasakan.
Apalagi dengan harga sekarang yang mencapai Rp 5.000 per kg, sudah sangat menguntungkan masyarakat.
Ketua Poktan Barisan Nauli mengucapkan terima kasih kepada Dosmar, karena arahan dan bimbingannya kepada petani, sehingga hasilnya sudah bisa dirasakan.
Pada awalnya peralihan dari bertanam cabai, tomat dan padi ke jagung memang sangat sulit.
Tetapi saat ini secara umum masyarakat sudah banyak yang bertanam jagung. Bertanam jagung selain biaya yang lebih murah, juga merawatnya tidak sulit tetapi hasilnya sangat menguntungkan.
Pada kesempatan itu, Dosmar pada rembug bersama poktan bersenda gurau dan bertanya. Apakah dengan bertanam jagung menguntungkan? Hampir serentak menjawab, untung!.
Bupati menyampaikan,bagaimana sulitnya peralihan sampai masyarakat benar-benar bertanam jagung.
Banyak tantangan bahkan sampai masyarakat membuly dengan macam-macam tidak masalah. Yang penting masyarakat saat ini sudah merasakan hasilnya.
“Dengan kesuburan tanah di Hutasoit II ini, jika benar-benar dikelola dan mengikuti arahan PPL dari Distan, saya yakin bisa mencapai 8-9 ton per hektar,” paparnya.
Usai panen jagung, Bupati bersama rombongan meninjau Jalan Usaha Tani (JUT) Poktan Parbue Nauli Desa Hutasoit I. (Rel)



