Jaksa Tetap Bertahan Tuntut Kampak Merah 18 Tahun Penjara

Terdakwa Kampak Merah usai mengikuti persidangan.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Persidangan terdakwa narkoba, Bambang Kurniawan alias Kampak Merah  masih terus dipantau ormas FPI di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi, Selasa (26/3/2019 ) dipimpin majelis hakim Sangkot Tobing didampingi Albon Damanik dan Diana Gultom.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sai Sintong Purba dalam Repliknya membacakan tetap bertahan atas tuntutan 2 pekan lalu, dengan menuntut terdakwa selama 18 tahun penjara. Sebelumnya, pekan lalu, kuasa hukum terdakwa Faisal dan David Rajagukguk minta keadilan hukum dalam putusan nantinya.

Dalam replik dan tuntutan jaksa mengatakan, Kampak Merah Dituntut 18 Tahun penjara setelah mendengarkan seluruh kesaksian dan keterangan terdakwa di persidangan.

Sementara puluhan warga memadati ruang persidangan untuk mengetahui proses persidangan terhadap pria berumur 44 tahun yang terlibat dalam peredaran narkoba di Kota Tebingtnggi. Dalam repliknya, jaksa tetap pada tuntutannya, menuntut Kampak Merah dengan hukuman 18 tahun penjara.

Kamis (6/9/2018) sekira pukul 22.00 WIB ditangkap Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Tebingtinggi tepatnya di depan rumahnya, Perumahan Sudirman Bisnis Centre Jalan Sudirman No B 10 Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Terdakwa ditangkap saksi Haidi dan rekannya termasuk saksi Eko S (keduanya staf BNNK Tebingtinggi) setelah mendapat informasi yang dapat dipercaya, jika di Perumahan Sudirman Bisnis Centre Jalan Sudirman No B 10 ada orang yang sedang memiliki atau menguasai sabu dan pil ekstasi.

Mendapat informasi itu, saksi langsung menuju ke tempat dimaksud untuk melakukan penyelidikan.

Sesampainya di tempat tersebut, para saksi melihat terdakwa Kampak Merah sedang berdiri di depan rumahnya dan gerak-geriknya mencurigakan. Sehingga para saksi langsung menangkap terdakwa dan membawanya masuk ke rumahnya.

Kemudian dilakukan penggeledahan dan di atas lemari hias ruang tamu di lantai 1 ditemukan 3 plastik warna bening berisikan sabu, 11 butir ekstasi warna hijau dan 1 set alat hisap sabu (bong).Sedangkan dari dalam laci lemari kamar lantai 2 ditemukan 6 paket plastik bening berisikan sabu, 1 butir ekstasi warna hijau, 2 butir ekstasi warna biru, 3 butir ekstasi warna merah maroon dan 1 butir ekstasi warna merah muda.

Selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke kantor BNNK Tebingtinggi untuk diproses.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (purba)