Jansen Sitindaon : Ada Dugaan Tekanan pada Kepala Daerah di Pilpres 2019

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jansen Sitindaon.

Asahan, Lintangnews.com | Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), Jansen Sitindaon mengatakan, pihaknya menduga kepala daerah terkesan ditekan pemerintah untuk menyatakan dukungan politik dalam Pilpres 2019.

Ini disampaikan Jansen saat mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan Klinik Amanah di Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Selasa (22/1/2019)yang dijadikan tempat perawatan korban narkoba.

“Aparat pemerintahan kita saat ini sepertinya tertekan, sehingga terpaksa menyatakan dukungan kepada Joko Widodo- Ma’aruf Amin,” ujar Jansen.

Menurutnya, ini dalam menyikapi fenomena politik keterlibatan kepala daerah soal dukung mendukung pasangan calon di Pilpres 2019.

“Seharusnya Capres Jokowi tidak perlu menunjukkan sikap itu cukup percaya diri saja. Ini kan artinya bukti elektabilitas Jokowi diragukan, karena dia sudah cukup membuktikannya lewat kinerjanya selama5  tahun,” ujar Juru bicara Presiden ke 6 itu.

Politisi dari Partai Demokrat ini membandingkan dengan kepemimpinan SBY. Dalam Pilpres periode kedua pada tahun 2009 lalu, SBY tidak pernah melakukan galang menggalang politik dari kepala daerah.

“Itu membuktikan selama 4,5 tahun kinerja SBY bagus dan berdampak langsung kepada masyarkat langsung, sehingga elektabilitasnya bagus dan survei kinerjanya juga bagus. Bahkan sampai ada pameo, siapapun yang disandingkan dengan SBY, maka pasti menang,” ungkap Jansen.

Menyikapi sikap politik politik praktis itu, Jansen menjelaskan, BPN Prabowo-Sandi berpandangan tidak perlu kepala daerah yang diusung partai koalisi pemenangan Prabowo-Sandi ikut-ikutan mendeklarasikan dukungan politik kepada pasangan nomor urut 02 itu.

“Makanya tidak suruh kepala daerah kami mendeklarasikan dukungan-dukungan semacam itu. Kepala daerah yang diusung partai koalisi pemenangan Prabowo-Sandi cukup fokus memperbaiki daerahnya saja, karena mereka dipilih oleh masyarakatnya dan belum tentu daerahnya sudah beres,” sebut Jansen.

Sementara itu menyikapi dukung mendukung kepala daerah dalam Pilpres 2019, Jansen berharap Bawaslu bersikap adil.

“Dalam pemahaman kami, Bawaslu itu kan indenpenden, artinya tidak berpihak ke 01 atau pun ke 02. Jika ada kesalahan di 01 atau di 02, Bawaslu harus proses ,” tegasnya. (heru)