Jenazah Operator Alat Berat Escavator PT Sinohydro Dibawa ke Sipirok

Proses evakuasi jenazah operator escavator yang jatuh ke Sungai Bah Karei akibat tertimpa longsor.

Simalungun, Lintangnews.com | Jenazah operator alat berat escavator PT Sinohydro yang sedang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Huta Kariahan Nagori Bongguran, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Join Paribo Siregar akan dibawa ke Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Taplsel) untuk dimakamkan.

Diketahui, Minggu (26/5/2019) sekira pukul 09.00 WIB telah jatuh ke jurang 1 unit escavator merk CAT 320 GC. Saat itu korban berencana membersihkan badan jalan justru tertimbun tanah akibat longsor.

Saat pengerjaan, tiba-tiba tanah di atas dinding jurang longsor hingga menghantam terbalik escavator. Selanjutnya pohon yang ikut tergerus juga menghantam lagi escavator.

Lalu escavator terjatuh ke dasar jurang sejauh 100 an meter dan tercebur ke Sungai Bah Karei di Huta Kariahan Nagori Bongguran Kecamatan Raya, dengan posisi terbalik (trek/roda) berada di atas.

Dua unit ecsavator dikerahkan ke lokasi kejadian.

Sekretaris Nagori Bongguran, Jon Teker Purba yang saat peristiwa terjadi berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung meminta bantuan pada masyarakat dan pihak perusahaan PT Sinohydro.

Upaya pencarian operator terus dilakukan sesaat setelah kejadian, hingga memasuki hari kelima, Kamis (30/5/2019) akhirnya membuahkan hasil. Join Paribo berhasil dikeluarkan dari kabin escavator setelah melalui proses yang panjang.

“Malam ini jasad korban akan dibawa abangnya ke kampung halamannya di Sipirok, Kabupaten Tapsel, setelah diformalin RSUD Rondahaim Raya,” ucap Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan melalui pihak Humas Poltes, Jumat (31/5/2019).

Menurut Kapolres, upaya evakuasi yang dilakukan Polsek Raya bersama Unit Tipiter Polres Simalungun dibantu masyarakat menggunakan 2 unit escavator. mengangkat escavator di dasar sungai.  Lalu mengevakusai jasad korban. (zai)