JR Saragih Gendong Anak Ibu Hamil yang Selamat Pasca KM Sinar Bangun Tenggelam

Bupati Simalungun, JR Saragih menggendong anak Sri Santika di peresmian monumen KM Sinar Bangun di Tigaras.

Simalungun, Lintangnews.com | Bupati Simalungun, JR Saragih menggendong anak dari ibu hamil, Sri Santika (25) yang selamat pasca Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di Perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) silam.

Aksi kasih orang nomor 1 di Pemkab Simalungun itu terpantau, Kamis (2/5/2019) di kegiatan peresmian monumen KM Sinar Bangun di Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Diketahui Sri Santika merupakan korban selamat dalam tragedi KM Sinar Bangun yang bergerak dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Saat itu Sri Santika sedang dalam kondisi hamil 2 bulan. Dari hasil perkawinannya dengan, Muhammad Irfan (22) yang sampai saat ini belum ditemukan jasadnya.

Sri Santika saat di tenda darurat Tigaras pasca proses evakuasi.

Sri Santika berangkat bersama suaminya. Dan menceritakan, dirinya terakhir berpegangan tangan dengan suaminya di pinggir kapal sebelum tenggelam. Namun, ombak besar saat itu memisahkannya.

Sri Sartika selamat berkat 3 orang yang sedang memeluk pelampung. Menurutnya, saat itu dia berteriak kepada 3 orang laki-laki yang memeluk lampung jika dirinya sedang hamil.

Mendengar itu, ketiga laki-laki yang sama sekali tak dikenalnya dan tidak diketahuinya apakah mereka selamat, membantunya. Sehingga Sri Santika yang selamat dari maut.

Sri Santika berangkat ke Tigaras bersama 3 orang teman suaminya. Yakni, Hernando Lingga, Rahmad dan Dedi Setiawan. Warga Batubara itu juga menceritakan ada tanda-tanda saat hendak menuju Samosir. Saat berangkat dari arah Siantar menuju Tigaras, sepeda motor mereka mogok. Padahal awalnya, sepeda motor mereka dalam kondisi baik-baik saja. (zai)